Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Lebih dari 4.800 Kotak Es Krim di China Dilaporkan Mengandung Covid-19

Sebanyak lebih dari 4.800 kotak es krim di China dilaporkan terkontaminasi virus corona baru atau Covid-19.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Citra Agusta Putri Anastasia
zoom-in Lebih dari 4.800 Kotak Es Krim di China Dilaporkan Mengandung Covid-19
Gambar oleh RitaE dari Pixabay
Ilustrasi es krim. Sebanyak lebih dari 4.800 kotak es krim di China dilaporkan terkontaminasi virus corona baru atau Covid-19. 

China Bangun Rumah Sakit dalam 5 Hari karena Lonjakan Infeksi Covid-19

China pada Sabtu (16/1/2021) telah menyelesaikan pembangunan rumah sakit khusus Covid-19 yang memiliki 1.500 kamar.

Pembangunan rumah sakit ini dilakukan lantaran adanya lonjakan kasus Covid-19 yang sulit ditangani, yakni berasal dari orang maupun barang yang baru dari luar negeri.

Rumah sakit itu adalah satu dari enam, dengan total 6.500 kamar yang sedang dibangun di Nangong, selatan Beijing di provinsi Hebei, kata kantor berita resmi Xinhua dilansir ABC News

China telah berhasil menahan virus corona yang pertama kali terdeteksi di pusat kota Wuhan pada akhir 2019.

Sayangnya, negara ini mengalami lonjakan kasus sejak Desember.

Sebanyak 645 orang dirawat di Nangong dan ibu kota provinsi Hebei, Shijiazhuang, kata Xinhua.

Baca juga: Jadi Sekutu China, Negara Ini Dapat 1 Juta Vaksin Sinovac Secara Gratis

Baca juga: China Siap Saingi Wall Street dan London Jadi Pusat Keuangan Dunia

(210106) - BEIJING, 6 Januari 2021 (Xinhua) - Pasien melakukan latihan yang dipimpin oleh staf medis di rumah sakit sementara yang diubah dari
(210106) - BEIJING, 6 Januari 2021 (Xinhua) - Pasien melakukan latihan yang dipimpin oleh staf medis di rumah sakit sementara yang diubah dari "Ruang Tamu Wuhan" di Wuhan, Provinsi Hubei China tengah, 10 Februari 2020. (Xinhua/Xiong Qi)
Rekomendasi Untuk Anda

Kini, sebuah rumah sakit dengan 3.000 kamar sedang dibangun di Shijiazhuang.

Klaster virus juga telah ditemukan di Beijing dan provinsi Heilongjiang dan Liaoning di timur laut dan Sichuan di barat daya.

Infeksi terbaru menyebar sangat cepat, kata Komisi Kesehatan Nasional.

"Lebih sulit untuk ditangani. Penularan dari komunitas sudah terjadi saat wabah ditemukan, sehingga sulit untuk dicegah," bunyi pernyataan.

Komisi menuding kasus baru ini berasal dari orang atau barang yang datang dari luar negeri.

"Semuanya didatangkan dari luar negeri. Itu disebabkan oleh petugas yang masuk atau barang impor rantai dingin yang terkontaminasi," kata pernyataan itu.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas