Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

28 Orang Tewas dalam Serangan Bom Bunuh Diri Kembar di Baghdad Irak

Serangan bom bunuh diri kembar yang jarang terjadi menewaskan sekira 28 orang dan melukai 73 lainnya di Baghdad, Irak pada Kamis (21/1/2021).

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in 28 Orang Tewas dalam Serangan Bom Bunuh Diri Kembar di Baghdad Irak
Sabah ARAR / AFP
Orang-orang berkumpul di depan sebuah rumah sakit tempat para korban bom bunuh diri kembar di jalan komersial yang ramai di jantung ibu kota Irak Baghdad dirawat, pada 21 Januari 2021. Jumlah korban dalam pemboman bunuh diri kembar di pasar terbuka Baghdad pagi ini menewaskan sedikitnya 32 orang dan melukai lebih dari 110 lainnya, kata kementerian kesehatan Irak. Kementerian tersebut mengatakan pelaku bom bunuh diri pertama telah bergegas ke pasar dan mengaku merasa sakit, sehingga orang-orang akan berkumpul di sekitarnya. Dia kemudian meledakkan bahan peledaknya. 

Kemungkinan Dilakukan Kelompok ISIS

Tidak ada kelompok yang mengklaim serangan itu, tetapi serangan bunuh diri sebagian besar dilakukan oleh ISIS.

Irak menyatakan ISIS kalah pada akhir 2017 setelah pertempuran tiga tahun yang sengit.

Tetapi 'sel' kelompok itu terus beroperasi di daerah gurun dan pegunungan, biasanya menargetkan pasukan keamanan atau infrastruktur negara dengan serangan dengan korban rendah.

"Serangan semacam ini memiliki ciri khas ISIS yang telah menargetkan wilayah sipil yang padat di Baghdad dengan serangan bunuh diri berkali-kali di masa lalu," kata Sajad Jiyad, seorang analis Irak dan rekan di think-tank The Century Foundation.

"Ini menunjukkan kegagalan keamanan oleh pemerintah yang telah diperingatkan bahwa ISIS masih aktif dan dalam beberapa hari terakhir terlihat menargetkan infrastruktur dan daerah pedesaan dengan serangan serupa," kata Jiyad.

"Bagi warga Irak, ini adalah perkembangan yang mengkhawatirkan yang melemahkan kepercayaan pada pasukan keamanan dan menambah tingkat ketegangan yang sudah ada dengan masalah geopolitik, ekonomi dan pandemi," tambah Jiyad.

Rekomendasi Untuk Anda

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas