Tribun

Presiden Baru Amerika

Anthony Fauci Merasa Bebas Bicara soal Covid-19 setelah Donald Trump Tak Lagi Menjabat

Ahli penyakit menular top AS, Anthony Fauci mengaku lebih merasa bebas di bawah pemerintahan Joe Biden.

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Whiesa Daniswara
zoom-in Anthony Fauci Merasa Bebas Bicara soal Covid-19 setelah Donald Trump Tak Lagi Menjabat
Patrick Semansky-Poo /Getty Images
BETHESDA, MARYLAND - 22 DESEMBER: Dr. Anthony Fauci, direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases, bersiap untuk menerima dosis pertama vaksin COVID-19 di National Institutes of Health pada 22 Desember 2020 di Bethesda, Maryland . 

TRIBUNNEWS.COM - Ahli penyakit menular top Amerika Serikat (AS), Anthony Fauci mengaku lebih merasa bebas di bawah pemerintahan Joe Biden.

Meski tidak blak-blakan, Fauci mengisyaratkan bahwa dirinya kini merasa bebas bicara jujur tentang Covid-19 setelah Donald Trump pergi.

Dalam jumpa pers pertamanya sejak Joe Biden dilantik, Fauci mengatakan pemerintahan baru akan transparan, terbuka, dan jujur.

"Salah satu hal yang akan kami lakukan adalah menjadi sepenuhnya transparan, terbuka dan jujur," kata Fauci kepada wartawan.

"Jika ada yang salah, jangan menunjuk jari, tapi memperbaikinya. Dan membuat semua yang kami lakukan berdasarkan sains dan bukti."

Dilansir NBC News, ini merupakan perubahan tajam dari pemerintahan Trump sebelumnya. 

Baca juga: Outfit Melania Trump Lebih dari Rp 1 Miliar, Jaket Chanel, Tas Hermes Birkin, Sepatu Loubotin

Baca juga: POPULER INTERNASIONAL Reaksi Pemimpin Dunia saat Joe Biden Dilantik | Foto-foto Pelantikan Joe Biden

Presiden AS Donald Trump dan Pakar penyakit menular terkemuka AS Dr Anthony Fauci.
Presiden AS Donald Trump dan Pakar penyakit menular terkemuka AS Dr Anthony Fauci. (Kolase SAUL LOEB / AFP dan Wikipedia)

Sebab Fauci sebelumnya sering merasa tidak aman jika bicara jujur soal kondisi pandemi.

Perasaan ini diungkapkan Fauci saat ditanya pers apakah ingin mengklarifikasi pernyataannya selama di bawah kepemimpinan Trump.

Fauci bersikeras dia selalu jujur hingga merasa akan mendapat masalah.

"Sangat jelas bahwa ada hal-hal yang dikatakan, baik mengenai hal-hal seperti hydroxychloroquine dan hal-hal lain seperti itu, itu sangat tidak nyaman karena tidak berdasarkan fakta ilmiah," kata Fauci kepada wartawan, singgung pemerintahan Trump dahulu.

"Gagasan bahwa Anda dapat bangkit dan berbicara tentang apa yang Anda ketahui, apa buktinya, apa sainsnya, itu adalah perasaan yang membebaskan," sambungnya.

Fauci mempimpin tindakan negara terhadap pandemi Covid-19 selama hampir setahun virus ini merajai Amerika Serikat.

Dia bekerja bersama Trump dan anggota satgas Covid-19 Gedung Putih.

Baca juga: Biden Dilantik, BI Optimis 19,1 Miliar Dolar AS Aliran Modal Asing Masuk Ke Indonesia

Baca juga: Joe Biden Pakai Mobil Kepresidenan Trump Dulu, Ini Kecanggihan The Beast Mobil Teraman di Dunia

Donald Trump melambaikan tangan saat dia menaiki Marine One di Gedung Putih di Washington, DC, pada 20 Januari 2021.
Donald Trump melambaikan tangan saat dia menaiki Marine One di Gedung Putih di Washington, DC, pada 20 Januari 2021. (MANDEL NGAN / AFP)

Sayangnya hubungan antara Fauci dengan mantan presiden Trump tidak berjalan mulus.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas