Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

ASEAN Belum Siapkan Rencana Aksi untuk Myanmar, Massa Demo Kedubes RI di Yangon

Indonesia membantah ada rencana aksi yang diusulkan ASEAN agar junta militer Myanmar menggelar pemilihan umum ulang.

ASEAN  Belum Siapkan Rencana Aksi untuk Myanmar, Massa Demo Kedubes RI di Yangon
Reuters
Demonstran berbaris selama protes menentang kudeta militer, di dekat kuil di Bagan, Myanmar 18 Februari 2021. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia membantah ada rencana aksi yang diusulkan ASEAN agar junta militer Myanmar menggelar pemilihan umum ulang.

Bantahan sekaligus klarifikasi ini disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Teuku Faizasyah, Selasa (23/2), menyusul aksi protes sejumlah orang di depan Kedutaan Besar RI di Yangon, Myanmar, kemarin.

Massa pendemo terpicu oleh laporan kantor berita Reuters bahwa Indonesia mendukung junta militer Myanmar melaksanakan pemilihan umum ulang. Reuters mengutip tiga sumber anonim, yang dikatakannya mengetahui tentang rencana aksi tersebut.

Massa menolak rencana aksi yang dilaporkan Reuters tersebut.

Baca juga: Malaysia Deportasi Lebih dari 1.000 Warga Negara Myanmar

‘Kami tidak butuh pemilihan umum ulang. Jika dilakukan, artinya kami setuju dengan junta. Pemilu sudah berlangsung November, dan kami menerimanya,” ujar seorang pendemo, seperti dikutip Nikkei Asia.

Baca juga: Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi kepada Dua Jenderal Myanmar

Menlu RI, Retno Marsudi, telah melakukan serangkaian pertemuan dengan beberapa Menlu di ASEAN terkait situasi di Myanmar.

“Jadi apa yang dituliskan sebagai plan of action (rencana aksi), pada kesempatan kali ini saya secara tegas membantah adanya plan of action, karena faktanya adalah saat ini adalah kesempatan Menlu (RI) untuk menyamakan persepsi dan mengumpulkan pandangan dari Menlu asean lainnya sebelum pertemuan special menlu se-ASEAN dilakukan,” kata Faizasyah, kemarin.

Baca juga: KBRI Yangon Dikepung Demonstran Myanmar, Kemlu RI Duga Ada Kesalahpahaman

“Jadi itu pokok permasalahan. Karena adanya kesalahpahaman dari pemberitaan tersebut maka hari ini terjadi demonstrasi di depan KBRI Yangon,” lanjutnya.

Jubir menegaskan, posisi Indonesia sudah jelas, tidak berubah, dan masih tetap sama sedari awal menyikapi perkembangan politik di Myanmar.

Indonesia khawatir dengan perkembangan politik di Myanmar dan mengimbau negara itu menggunakan prinsip-prinsip yang terkandung dalam piagam ASEAN untuk memperkuat demokrasi, meningkatkan pemerintahan yang baik dan supremasi hukum, mempromosikan serta melindungi hak asasi manusia dan kebebasan fundamental.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas