Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pidato Donald Trump di CPAC 2021: Terus Serang Joe Biden, Beri Isyarat akan Maju Pilpres AS 2024

Donald Trump berulang kali kembali ke kebohongan bahwa Pilpres 2020 itu tidak adil, sambil mengecam penerusnya, serta kincir angin.

Pidato Donald Trump di CPAC 2021: Terus Serang Joe Biden, Beri Isyarat akan Maju Pilpres AS 2024
JOE RAEDLE via AFP
Mantan Presiden AS Donald Trump berpidato di Conservative Political Action Conference (CPAC) yang diadakan di Hyatt Regency pada 28 Februari 2021 di Orlando, Florida. Donald Trump berulang kali kembali ke kebohongan bahwa Pilpres 2020 itu tidak adil, sambil mengecam penerusnya, serta kincir angin. 

Baca juga: Erick Prince, Bos Tentara Bayaran Sekutu Donald Trump Jual Senjata ke Libya

Baca juga: Penampakan Donald Trump setelah Keluar dari Gedung Putih, Kini Mengisi Hari dengan Spa dan Golf

Ia juga mengatakan banyak orang sekarang menggunakan "istilah baru, Trumpism".

"Saya semakin sering mendengar istilah itu," katanya.

"Saya tidak memikirkannya."

Kembali ke tema tenaga angin, Trump menyebut ketergantungan yang berlebihan pada sumber energi itu bisa berarti tidak ada cukup listrik untuk menontonnya di TV - sebelum mengeluh bahwa tenaga angin bisa membunuh burung.

Tentang Conservative Political Action Conference (CPAC) 

Mantan Presiden AS Donald Trump berpidato di Conservative Political Action Conference (CPAC) yang diadakan di Hyatt Regency pada 28 Februari 2021 di Orlando, Florida.
Mantan Presiden AS Donald Trump berpidato di Conservative Political Action Conference (CPAC) yang diadakan di Hyatt Regency pada 28 Februari 2021 di Orlando, Florida. (JOE RAEDLE via AFP)

Sejauh ini, acara yang digelar di sebuah hotel Hyatt di Orlando, Florida, itu telah menjadi penghormatan bagi Trump dan Trumpisme.

Bahkan ada patung emas dalam rupa dirinya dipajang di sana.

Para pembicara, termasuk banyak calon GOP 2024, berpendapat partai mereka harus merangkul mantan presiden dan para pengikutnya, bahkan setelah pemberontakan di Capitol.

GOP menghadapi tentangan dari pihak lain yang berpendapat bahwa partai tersebut harus bergerak ke arah baru yang tidak terlalu memecah belah.

Selain itu, Partai Republik tidak hanya kehilangan Gedung Putih dari Biden, tetapi juga dari kedua majelis Kongres dalam pemilihan terakhir.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Ikuti kami di
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Whiesa Daniswara
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas