Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Dulu Remehkan Covid-19, Donald Trump dan Melania Diam-diam Minta Divaksin Covid-19 Sebelum Lengser

Baik Donald maupun Melania pernah tertular dan sembuh dari Covid-19 saat kampanye pilpres 2020 lalu.

Dulu Remehkan Covid-19, Donald Trump dan Melania Diam-diam Minta Divaksin Covid-19 Sebelum Lengser
Twitter @realDonaldTrump
Donald Trump dan Melania Trump berikan pesan Natal 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON -  Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan istrinya Melania Trump diam-diam sudah mendapat suntikan vaksin virus corona (Covid-19) sebelum meninggalkan Gedung Putih.

Demikian menurut beberapa laporan media di Negeri ‘Paman Sam‘ pada Senin (1/3/2021) waktu setempat seperti dilansir Guardian, Selasa (2/3/2021).

Mengutip seorang penasihatnya yang tidak disebutkan namanya, New York Times, CNN dan media lainnya melaporkan pejabat lain, termasuk Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris serta mantan wakil presiden Mike Pence, memilih untuk mendapatkan suntikan vaksin secara terbuka.

Tujuannya untuk mendorong kepercayaan rakyat pada vaksin.

Baca juga: Malaysia Baru Mulai Vaksinasi Covid-19, PM Muhyiddin Yassin dapat Suntikan Pertama

Trump  memilih untuk diam-diam melakukan vaksinasi pada Januari lalu, sebelum, lengser dari jabatannya.

Tidak ada detail tentang vaksin mana yang Trump dan istirinya terima atau berapa banyak dosis yang telah mereka peroleh.

Baik Donald maupun Melania pernah tertular dan sembuh dari Covid-19 saat kampanye pilpres 2020 lalu.

Vaksinasi terhadap Trump ini pertama kali terungkap setelah Trump menyampaikan pidato dalam Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC) di Florida.

Ini penampilan perdana Trump setelah turun dari kursi presiden AS pada 20 Januari lalu.

"Semua orang harus mendapatkan suntikan vaksin," katanya.

Pidato itu adalah pertama kalinya Trump mengatakan kepada para pendukung - yang termasuk kelompok yang paling skeptis terhadap vaksin - untuk mendapatkan suntikan vaksin.

Selama ini Trump sangat meremehkan virus corona.

Jauh sebelum Covid, mantan presiden juga turut punya andil mendorong gerakan anti-vaksinasi di AS, dengan men-tweet klaim konspirasi dan mempertanyakan para ilmuwan.

"Saya pikir vaksin bisa sangat berbahaya. Dan, jelas, Anda tahu, banyak orang berbicara tentang vaksin dengan anak-anak sehubungan dengan autisme," katanya pada 2009, menurut New York Times.

Trump tidak lagi dapat men-tweet setelah akunnya ditangguhkan oleh platform Twitter, yang mengutip kekhawatiran atas "risiko hasutan kekerasan lebih lanjut" menyusul serangan 6 Januari di Capitol AS. (Guardian/CNN/New York Times)

Ikuti kami di
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas