Ilmuwan Ingin Kirim 6,7 Juta Sampel Sperma ke Bulan untuk Lestarikan Populasi Manusia
Sejumlah ilmuwan menyusun rencana untuk melestarikan populasi manusia dengan mengirim sampel sperma ke bulan.
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Daryono
TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah ilmuwan menyusun rencana untuk melestarikan populasi manusia dengan mengirim sampel sperma ke bulan.
Dilansir NYPost, para ilmuwan mekanik menyebut rencana ini sebagai 'polis asuransi global modern'.
Mereka mengusulkan ide agar manusia memiliki gudang sel reproduksi untuk menyimpan sampel sperma dan sel telur mereka di sebuah 'bahtera' di bulan.
Bahtera itu akan berisi 6,7 juta sampel spesies di Bumi termasuk manusia.
Sampel-sampel tersebut akan disimpan di dalam lemari besi di bawah permukaan bulan agar tetap aman.
Para ilmuwan ini mengatakan, manusia harus melihat luar angkasa untuk melestarikan kehidupan.
Baca juga: Sinopsis Film Transcendence, Aksi Johnny Depp Sebagai Ilmuwan yang Menciptakan Kecerdasan Buatan
Baca juga: Ilmuwan: Brasil Adalah Laboratorium Bagi Virus Corona untuk Berkembang Biak dan Bermutasi
Apalagi jika Bumi nanti dihadapkan dengan bencana alam, kekeringan, serangan asteroid, atau potensi perang nuklir.
"Bumi secara alami adalah lingkungan yang mudah menguap," kata penulis studi, Jekan Thanga, yang menyusun laporan itu bersama timnya di Universitas Arizona.
Laporan itu diberi judul "Lunar Pits and Lava Tubes for a Modern Ark."
Laporan telah diterbitkan pada Konferensi Aerospace di Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) pada Sabtu lalu.
Karena ketidakstabilan planet, kata Thanga, penyimpanan berbasis Bumi akan membuat spesimen rentan.
Maka dari itu, Thanga mengusulkan untuk memulai semacam eksodus planet dengan mendirikan gudang benih manusia di bulan sesegera mungkin.
Gudang atau yang disebut 'bahtera' itu akan menyimpan sel reproduksi di "lubang" bulan yang ditemukan baru-baru ini.
Nantinya, sampel-sampel itu akan dapat melestarikan berbagai spesies secara kriogenik saat terjadi bencana global di Bumi.