Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Laporan Intelijen AS Sebut Rusia Coba Mempengaruhi Hasil Pemilu AS 2020 yang Dimenangkan Biden

Pejabat Intelijen AS sebut Rusia mencoba mempengaruhi hasil Pemilu AS 2020 dengan tuduhan menyesatkan dan tak berdasar terhadap Joe Biden.

Laporan Intelijen AS Sebut Rusia Coba Mempengaruhi Hasil Pemilu AS 2020 yang Dimenangkan Biden
Alex Wong / Getty Images / AFP
Presiden AS Joe Biden berbicara selama acara dengan CEO Johnson & Johnson dan Merck di South Court Auditorium Gedung Kantor Eksekutif Eisenhower 10 Maret 2021 di Washington, DC. Presiden Biden mengumumkan bahwa pemerintah akan membeli 100 juta lebih dosis vaksin COVID-19 Johnson & Johnson. Terbaru, Laporan Intelijen AS Sebut Rusia Coba Mempengaruhi Hasil Pemilu AS 2020 yang Dimenangkan Biden. 

Para pejabat AS mengatakan mereka juga melihat upaya Kuba, Venezuela, dan kelompok Hizbullah Lebanon untuk mempengaruhi Pemilu AS 2020.

"Meski pun secara umum, kami menilai bahwa skala mereka lebih kecil daripada yang dilakukan oleh Rusia dan Iran," tuturnya.

"Kami menilai bahwa Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah mendukung upaya untuk melemahkan mantan Presiden Trump dalam pemilu AS 2020," kata laporan itu.

"Nasrallah mungkin melihat ini sebagai cara berbiaya rendah untuk mengurangi risiko konflik regional sementara Lebanon menghadapi krisis politik, keuangan, dan kesehatan masyarakat," kata dokumen itu.

Baca juga: Trump Desak Warga Amerika Dapatkan Vaksinasi Covid-19: Saya akan Merekomendasikannya

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Terbaru, Laporan Intelijen AS Sebut Rusia Coba Mempengaruhi Hasil Pemilu AS 2020.
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Terbaru, Laporan Intelijen AS Sebut Rusia Coba Mempengaruhi Hasil Pemilu AS 2020. (Ariana Cubillos/AP)

Hubungan Permusuhan dengan Trump

Laporan itu juga menyebutkan pemerintahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang memiliki "hubungan permusuhan dengan pemerintahan Trump", memiliki "niat, meskipun mungkin bukan kemampuan" untuk mempengaruhi opini publik.

Laporan itu menambahkan bahwa "tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa rezim Venezuela saat ini atau sebelumnya terlibat dalam upaya untuk mengkompromikan infrastruktur pemilu AS".

Badan Intelijen AS dan mantan Penasihat Khusus Robert Mueller sebelumnya menyimpulkan Rusia juga ikut campur dalam pemilihan AS 2016 untuk meningkatkan pencalonan Trump dengan kampanye propaganda yang bertujuan merugikan lawan Demokratnya Hillary Clinton.

Baca juga: Ekonomi Indonesia Sulit Membaik Jika Trump Memenangkan Pilpres Amerika Serikat?

Baca juga: Kemenangan Joe Biden atau Donald Trump Ditentukan oleh Electoral College, Apa Itu?

Donald Trump memprotes jalannya Pemilu.
Donald Trump memprotes jalannya Pemilu. (Tangkap layar CNN)

Pemilu AS 2020: Trump Merasa Dicurangi Demokrat

Sebelumnya dilaporkan, Donald Trump menemui para pendukungnya melalui Ruang Timur Gedung Putih pada Rabu (4/11/2020) pukul 02.21 waktu setempat.

Halaman
1234
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Arif Fajar Nasucha
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas