Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kasus Covid-19 Melonjak, Prancis, Polandia, dan Ukraina Memberlakukan Tindakan Penguncian Baru

Tiga negara Uni Eropa (UE), Polandia, Prancis, dan Ukraina memberlakukan penguncian pasrial karena kasus Covid-19 mengalami lonjakan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM - Tiga negara Uni Eropa (UE) memberlakukan penguncian parsial karena kasus Covid-19 mengalami lonjakan.

Dilansir Tribunnews dari Al Jazeera, tiga negara tersebut yakni, Polandia, Prancis, dan Ukraina.

Penduduk di Polandia, sebagian warga Prancis dan Paris serta Ibu Kota Ukraian Kyiv menghadapi pembatasan baru virus corona mulai Sabtu (20/3/2021).

Pertokoan tutup dan masyarakat didesak untuk bekerja dari rumah.

Peluncuran pembatasan baru virus corona muncul karena laju vaksinasi Uni Eropa berjalan lamban dan beberapa negara anggota menghadapi gelombang ketiga virus.

Baca juga: Mengulas Profil Houssem Aouar, Aset Mutiara Lyon yang Diburu Klub Raksasa Eropa

Baca juga: Shin Tae-yong Positif Covid-19, Bagaimana Kondisi Timnas U-23 Indonesia?

Ilustrasi. Terbaru, Kasus Covid-19 Melonjak, Prancis, Polandia, dan Ukraina Memberlakukan Tindakan Penguncian Baru
Ilustrasi. Terbaru, Kasus Covid-19 Melonjak, Prancis, Polandia, dan Ukraina Memberlakukan Tindakan Penguncian Baru (Shutterstock)

Di Prancis, pemerintah memperkenalkan langkah-langkah baru setelah lonjakan kasus Covid-19 di Paris dan bagian lain Prancis utara.

Di bawah langkah-langkah baru, bisnis yang tidak penting di Paris ditutup.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara sekolah tetap buka dan olahraga di luar ruangan diizinkan hingga 10 kilometer dari rumah.

Seperti dalam penguncian sebelumnya, formulir/surat keterangan akan dibutuhkan untuk membenarkan mengapa seseorang meninggalkan rumah di daerah di bawah pembatasan baru.

Presiden Emmanuel Macron pada Jumat (19/3/2021) menegaskan bahwa kata "lockdown", tidak tepat untuk menggambarkan strategi pemerintah.

"Apa yang kami inginkan adalah menghentikan virus tanpa menutup diri. Ini tidak akan ditutup," katanya pada pertemuan di Istana Elysee.

"Tegasnya istilah lockdown itu tidak tepat," imbuhnya.

Pemerintah berpendapat bahwa tindakan tersebut diperlukan untuk mengurangi tekanan pada unit perawatan intensif yang hampir meluap.

Baca juga: Thailand Berhasil Latih Anjing Labrador yang Bisa Deteksi Virus Corona dalam Beberapa Detik Saja

Pengambilan gambar ini diambil dari sebuah video yang dipublikasikan di akun twitter Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 7 Januari 2021 menunjukkan Presiden Prancis sedang menyampaikan pidato setelah pendukung Presiden AS Donald Trump menyerbu Capitol AS. Pemimpin Prancis Emmanuel Macron mengatakan:
Pengambilan gambar ini diambil dari sebuah video yang dipublikasikan di akun twitter Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 7 Januari 2021 menunjukkan Presiden Prancis sedang menyampaikan pidato setelah pendukung Presiden AS Donald Trump menyerbu Capitol AS. Pemimpin Prancis Emmanuel Macron mengatakan: "Kami tidak akan menyerah pada kekerasan beberapa orang yang ingin mempertanyakan" demokrasi setelah pendukung Donald Trump melanggar Capitol AS beberapa jam sebelumnya. Terbaru, Kasus Covid-19 Melonjak, Prancis, Polandia, dan Ukraina Memberlakukan Tindakan Penguncian Baru. (EMMANUEL MACRON / TWITTER / AFP)

Gelombang Ketiga Virus Corona

Natacha Butler dari Al Jazeera melaporkan dari Paris mengatakan bahwa meskipun langkah-langkah ini lebih fleksibel daripada yang sebelumnya, pemerintah bersikeras penting bagi warga untuk mengikutinya.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas