Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pemimpin Oposisi Rusia Alexei Navalny Dikabarkan Sakit Parah di Dalam Penjara hingga Sulit Berjalan

Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny dikabarkan sakit parah dan kesulitan berjalan di penjara.

Pemimpin Oposisi Rusia Alexei Navalny Dikabarkan Sakit Parah di Dalam Penjara hingga Sulit Berjalan
Layanan pers pengadilan distrik Babushkinsky Moskow / AFP
Tangkapan layar ini dari rekaman selebaran yang disediakan oleh kantor pers pengadilan distrik Babushkinsky pada 20 Februari 2021, menunjukkan pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny di dalam sel kaca selama persidangan di Moskow. Lawan Kremlin yang paling menonjol Alexei Navalny menghadapi dua keputusan pengadilan pada hari Sabtu yang dapat menutup putusan hakim untuk memenjarakannya selama beberapa tahun, setelah ia kembali ke Rusia menyusul serangan keracunan. 

Dalam permintaannya, Navalny mengatakan kondisinya semakin buruk dan "rasa sakit yang parah telah menyebar ke kaki kanan saya yang telah kehilangan sensasi dari betis ke bawah."

"Saya mengalami kesulitan berjalan," kata Navaly.

Navalny meminta agar penjara memberinya kesempatan untuk menjalani perawatan yang direkomendasikan kepada saya oleh spesialis AN Barinov.

Kemudian pada Kamis dalam siaran langsung YouTube, Kepala Staf Navalny, Leonid Volkov, mengatakan tim hukumnya berencana untuk mengunjungi Navalny setiap hari karena masalah kesehatan.

Baca juga: Profil Alexei Navalny, Kritikus Vladimir Putin yang Juga Merupakan Pemimpin Oposisi Rusia

Baca juga: POPULER Internasional: Joe Biden Dibiarkan Menunggu di Depan Gedung Putih | Profil Alexei Navalny

Unggahan Instagram Alexei Navalny ssat di Rumah Sakit Charite, Jerman bersama sang Istri Yulia Navalnaya.
Unggahan Instagram Alexei Navalny ssat di Rumah Sakit Charite, Jerman bersama sang Istri Yulia Navalnaya. (IG Alexei Navalny)

Istri Navalny, Yulia Navalnaya, juga mengajukan permohonan langsung kepada Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis, menuntut agar suaminya segera dibebaskan.

Seorang kritikus pemerintah yang vokal dan pejuang anti-korupsi, Navalny telah lama menjadi musuh bagi pihak Putin.

Keberadaan Navalny di Rusia bahkan meningkatkan kekhawatiran akan keselamatannya di negara itu.

Aktivis itu hampir meninggal setelah dia diracuni dengan agen saraf Novichok Agustus lalu.

Berita lain terkait Navalny

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas