Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pamerkan Jet Tempur KF-21 Boramae, Korsel Masuk Grup Elite Industri Militer

Proyek ini juga melibatkan Indonesia, yang berkontribusi pada pendanaan serta industri pendukung untuk suku cadang pesawat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Setya Krisna Sumarga
zoom-in Pamerkan Jet Tempur KF-21 Boramae, Korsel Masuk Grup Elite Industri Militer
Yonhap/WorldDefenceNews
Presiden Korsel Moon Jae-in memamerkan prototipe jet tempur multi peran KF-21 Boramae dua pekan lalu. Produksi jet tempur generasi ke-4 ini melibatkan Indonesia sebagai partner pendanaan. 

TRIBUNNEWS.COM, SEOUL - Korea Selatan memasuki kelompok elite produsen jet tempur modern setelah resmi memamerkan proyek jet tempur multi role KF-21 Boramae  awal bulan ini.

Proyek ini juga melibatkan Indonesia, yang berkontribusi pada pendanaan serta industri pendukung untuk suku cadang pesawat.

Proyek strategis ini mendapatkan dukungan penuh Presiden Moon Jae-in. Ia memuji teknologi, manfaat ekonomi, kemampuan militer, dan prestise nasional yang diwakili oleh pengembangan pesawat ini.

Aljazeera.com, Rabu (21/4/2020) menulis, proyek super bernilai miliaran dolar ini menantang mengingat industri senjata dikenal karena anggaran yang kerap tidak terkendali.

Sisi lain, perdagangan senjata berkontribusi pada destabilisasi wilayah atau negara yang berada dalam konflik.

Pertanyaan lain juga muncul industri ini bajal berkontribusi pada perlombaan senjata regional yang bisa berefek pada keamanan nasional Korea Selatan.

Korea Selatan memutuskan mengembangkan jet tempur canggihnya sendiri lebih dari 20 tahun yang lalu di bawah mantan Presiden Kim Dae-jung.

Rekomendasi Untuk Anda

Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian ini menyebut Kebijakan Sinar Matahari yang bertujuan untuk meredakan ketegangan dengan Korea Utara.

Setelah beberapa studi kelayakan dan perselisihan transfer teknologi dari Amerika Serikat, pengembangan dimulai secara sungguh-sungguh sejak 2016.

Pada peluncuran 9 April, Presiden Moon dengan bangga merinci banyak teknologi yang ditampilkan pada pesawat baru, "Fighting Hawk", saat ini merupakan prototipe.

"Ini adalah 'radar AESA' dan 'Sistem Pencarian dan Pelacakan Inframerah' yang dapat dengan cepat mendeteksi pesawat dan rudal musuh.

“Electro Optical Targeting Podnya dapat dengan tepat membidik target di darat, "kata Moon kepada para pejabat yang berkumpul di Sacheon di tenggara negara itu.

 “Hari ini, kita telah mencapai impian leluhur kita. Mari kita lindungi langit kita dengan tangan kita sendiri. Benar-benar luar biasa,” kata Presiden Moon.

Permata Mahkota bagi Korsel 

Diproduksi mulai 2026, setelah enam prototipe melakukan lebih dari 2.000 uji terbang, pesawat tempur itu akan menjadi pengganti armada F-4 dan F-5 yang sudah tua.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas