Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Sambil Menundukkan Kepala, PM Jepang Meminta Maaf Deklarasi Darurat Covid-19 Kembali Diberlakukan

Yoshihide Suga setidaknya tiga kali menundukkan kepalanya meminta maaf kepada masyarakat atas diberlakukannya kembali Deklarasi Darurat Covid-19.

Sambil Menundukkan Kepala, PM Jepang Meminta Maaf Deklarasi Darurat Covid-19 Kembali Diberlakukan
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
PM Jepang Yoshihide Suga berulang kali menundukkan kepalanya meminta maaf kepada masyarakat atas diberlakukannya Deklarasi Darurat (PSBB), Jumat (23/4/2021). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Tidak seperti biasanya, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga setidaknya tiga kali menundukkan kepalanya meminta maaf kepada masyarakat atas diberlakukannya kembali Deklarasi Darurat (PSBB) yang ketiga di Jepang.

"Maaf sedalam-dalamnya kami terpaksa melakukan kembali deklarasi darurat yang ketiga kali untuk mengantisipasi pandemi corona ini agar tidak menyebar lebih luas lagi," papar PM Suga yang kemudian langsung menundukkan kepalanya tanda meminta maaf, Jumat (23/4/2021) malam.

Dalam menjawab pertanyaan wartawan saat berbicara penerbitan deklarasi darurat Suga kembali menundukkan kepalanya tanda meminta maaf kepada masyarakat luas.

"Kami terus melakukan yang terbaik, kami khawatir penyebaran infeksi di kota-kota besar akan menyebar ke seluruh negeri," kata Suga.

PM Jepang Yoshihide Suga di tangga pesawat di Bandara Haneda Tokyo, Minggu (18/4/2021) sore.
PM Jepang Yoshihide Suga di tangga pesawat di Bandara Haneda Tokyo, Minggu (18/4/2021) sore. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Itulah sebabnya PM Suga merasa terpaksa untuk mendeklarasikan PSBB ke-3 tersebut kemarin.

"Kami akan membuat deklarasi, memanfaatkan kesempatan bagi banyak orang untuk beristirahat selama Golden Week dan berkonsentrasi pada tindakan dalam waktu singkat. Kami memutuskan bahwa momentum virus perlu dihentikan dengan menerapkannya, serta perlunya tindakan intensif jangka pendek segera," ujar PM Suga.

PSBB ketiga kali ini akan berlaku mulai Minggu (25/4/2021) besok sampai dengan 11 Mei 2021 selama kurang lebih dua minggu.

Sebelumnya, PSBB pertama dilakukan April - Mei 2020 selama 90 hari.

Baca juga: Jepang Keadaan Darurat Untuk Kali Ketiga, Dubes RI Imbau WNI Taati Aturan dan Tidak Mudik

Kemudian PSBB ke-2 dilakukan Januari hingga Maret 2021 selama dua setengah bulan.

Kini PSBB ketiga mulai 25 April sampai dengan 11 Mei 2021 untuk Tokyo Osaka Hyogo dan Kyoto.

Level di bawah sedikit dari PSBB adalah Tindakan Prioritas yang diberlakukan kepada Ehime karena mengirimkan surat permohonan kepada pemerintah pusat.

Demikian pula Miyagi dan Okinawa yang sedang menjalankan Tindakan Prioritas diperpanjang yang semula sampai 5 Mei menjadi sampai dengan 11 Mei 2021.

Sementara itu telah terbit buku baru "Rahasia Ninja di Jepang" berisi kehidupan nyata ninja asli di Jepang yang penuh misteri, mistik, ilmu beladiri luar biasa dan tak disangka adanya penguasaan ilmu hitam juga. informasi lebih lanjut ke: info@ninjaindonesia.com

Ikuti kami di
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas