Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Pengadilan Tinggi Dehli India akan Mulai Hukum Pejabat yang Tak Bisa Kirim Pasokan Oksigen ke RS

Pengadilan Tinggi Dehli India mengatakan akan mulai menghukum pejabat pemerintah yang tak bisa kirim pasokan oksigen yang dialokasikan ke RS.

Pengadilan Tinggi Dehli India akan Mulai Hukum Pejabat yang Tak Bisa Kirim Pasokan Oksigen ke RS
Narinder NANU / AFP
Staf medis di India - Pengadilan Tinggi Dehli India mengatakan akan mulai menghukum pejabat pemerintah yang tak bisa kirim pasokan oksigen yang dialokasikan ke RS. 

TRIBUNNEWS.COM - Lonjakan kasus baru virus corona (COVID-19) di India semakin tinggi dari hari ke hari.

Dikutip dari worldometers.info, pada Sabtu (1/5/2021), India melaporkan tambahan kasus baru sebanyak 392.562 kasus.

Seiring dengan lonjakan kasus yang terjadi, angka kematian pasien COVID-19 juga mengalami peningkatan.

Sebanyak 3.688 jiwa dilaporkan meninggal dalam 24 jam.

Namun demikian, para ahli meyakini bahwa tambahan kasus baru dan kematian lebih banyak dari yang dilaporkan.

Baca juga: Terapi Oksigen Jadi Pengobatan Baru Pasien Covid-19 di India

Lebih lanjut, dikutip dari Channel News Asia, penyebab tingginya angka kematian di India, di antaranya karena kelalaian pemerintah.

Pemerintah India dinilai telah gagal mendistribusikan dan menstabilkan pasokan tabung oksigen untuk pasien COVID-19.

Akibatnya, 12 pasien COVID-19, termasuk seorang dokter, dengan oksigen aliran tinggi, meninggal pada hari Sabtu di sebuah rumah sakit di New Delhi setelah kehabisan oksigen selama 80 menit, kata SCL Gupta, direktur Rumah Sakit Batra.

Surat kabar The Times of India melaporkan 16 kematian lainnya di dua rumah sakit di negara bagian Andhra Pradesh selatan, dan enam di rumah sakit Gurgaon di pinggiran New Delhi karena kekurangan oksigen.

Menindaklanjuti hal tersebut, beberapa otoritas rumah sakit meminta intervensi Pengadilan Tinggi Dehli.

Seorang pria berdiri di tengah pembakaran para korban yang kehilangan nyawa karena virus Corona Covid-19 di tempat kremasi di New Delhi India pada 26 April 2021.
Seorang pria berdiri di tengah pembakaran para korban yang kehilangan nyawa karena virus Corona Covid-19 di tempat kremasi di New Delhi India pada 26 April 2021. (Money SHARMA / AFP)
Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Rica Agustina
Editor: Gigih
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas