Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Pengadilan Tinggi Dehli India akan Mulai Hukum Pejabat yang Tak Bisa Kirim Pasokan Oksigen ke RS

Pengadilan Tinggi Dehli India mengatakan akan mulai menghukum pejabat pemerintah yang tak bisa kirim pasokan oksigen yang dialokasikan ke RS.

Pengadilan Tinggi Dehli India akan Mulai Hukum Pejabat yang Tak Bisa Kirim Pasokan Oksigen ke RS
Narinder NANU / AFP
Staf medis di India - Pengadilan Tinggi Dehli India mengatakan akan mulai menghukum pejabat pemerintah yang tak bisa kirim pasokan oksigen yang dialokasikan ke RS. 

"Air telah melampaui kepala. Cukup sudah, cukup," kata pihak Pengadilan Tinggi Dehli, menambahkan akan mulai menghukum pejabat pemerintah jika pasokan oksigen yang dialokasikan ke rumah sakit tidak dikirim.

"Kami tidak bisa membiarkan orang sekarat," kata Hakim Vipin Sanghi dan Rekha Patil.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah India telah menggunakan rel kereta api, angkatan udara, dan angkatan laut untuk membawa kapal tanker oksigen ke daerah yang paling parah terkena dampak.

Pengiriman ke daerah itu dilakukan karena rumah sakit pusat kewalahan dan tidak dapat mengatasi lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada pasien yang membutuhkan oksigen.

Diketahui, tentara juga telah membuka rumah sakitnya untuk warga sipil dalam upaya mengendalikan krisis kemanusaian besar-besaran.

Baca juga: India Diminta Eksplorasi Kemampuan Militernya untuk Tangani Krisis Covid-19, Ini Seperti Perang

Perdana Menteri Narendra Modi juga memberikan kekuatan keuangan darurat kepada tentara untuk mendirikan fasilitas karantina baru dan rumah sakit serta membeli peralatan.

Selain itu, militer turut memanggil 600 dokter yang telah pensiun dalam beberapa tahun terakhir.

Sedangkan angkatan laut mengerahkan 200 asisten perawat di rumah sakit sipil, demikian ungkap pemerintah India.

Lebih jauh, pada Sabtu (1/5/2021), India mengatakan semua orang dewasa berusia 18 tahun ke atas bisa mendapatkan suntikan.

Sejak Januari, hampir 10 persen orang India telah menerima satu dosis, tetapi hanya sekitar 1,5 persen yang menerima keduanya.

Baca juga: India Disarankan Berlakukan Lockdown Beberapa Minggu dan Bangun Rumah Sakit Sementara Seperti China

Halaman
123
Penulis: Rica Agustina
Editor: Gigih
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas