Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Taliban Tuntut AS Tarik Pasukan dari Afghanistan Maksimal Juli 2021

Pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump di Doha, Qatar, membuat perjanjian damai dengan Taliban pada Maret 2020.

Taliban Tuntut AS Tarik Pasukan dari Afghanistan Maksimal Juli 2021
Pixabay
Ilustrasi Tentara AS - Rusia disebut menawarkan hadiah kepada pejuang Taliban untuk membunuh pasukan AS dan Inggris yang ada di Afghanistan 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Presiden AS Joseph ‘Joe’ Biden mengumumkan AS tidak akan menarik pasukannya dari Afghanistan pada Mei 2021 ini.

Biden menetapkan tanggal peringatan 20 tahun serangan 9/11 sebagai tenggat waktu baru untuk menarik semua personil tempur AS dari negeri para mullah itu.

Namun, perwakilan AS dan Taliban dikabarkan telah mengadakan pembicaraan untuk menentukan tenggat waktu baru itu.

Menurut Sputniknews mengutip Tolo News, Senin (3/5/2021), Taliban tidak setuju keputusan Washington menunda penarikan dan menyelesaikannya hanya pada 11 September 2021.

Kelompok Taliban mengusulkan alternatif lain agar AS menarik tentaranya pada Juli 2021. Meskipun belum ada keputusan, Taliban berjanji melanjutkan pembicaraan dengan pemerintah Afghanistan.

Mereka siap mengambil bagian dalam negosiasi di Turki, jika Washington menyetujui tenggat waktu baru.

Kelompok itu juga dikabarkan berjanji akan menurunkan tingkat kekerasan di negara tersebut jika AS menerima proposal tersebut.

Pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump di Doha, Qatar, membuat perjanjian damai dengan Taliban pada Maret 2020.

Baca juga: Joe Biden Hentikan Perang AS-Taliban di Afghanistan: Ini Waktunya Akhiri Forever War

Baca juga: Konferensi Perdamaian Perang Afghanistan di Turki Ditunda, Taliban Enggan Datang

Baca juga: Taliban Afghanistan Peringatkan Konsekuensi Pembatalan Penarikan Pasukan Asing

Trump mencari cara mengakhiri partisipasi negara itu dalam perang yang panjang dan bisa dibilang tidak efektif di Afghanistan, yang telah berlangsung sejak 2001.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Taliban harus terlibat dalam pembicaraan dengan pemerintah Kabul dan menghentikan serangannya terhadap militer AS.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Setya Krisna Sumarga
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas