Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Krisis Myanmar

Junta Myanmar Larang Warga Tonton TV Satelit, Pelanggarnya Terancam Dipenjara dan Denda Rp 4,6 Juta

Junta Myanmar larang warga sipil menonton televisi satelit, dan bagi mereka yang melanggar akan dikenai hukuman 1 tahun penjara dan denda Rp 4,6 juta.

Junta Myanmar Larang Warga Tonton TV Satelit, Pelanggarnya Terancam Dipenjara dan Denda Rp 4,6 Juta
AFP/STR
Demonstran antikudeta militer Myanmar - Junta Myanmar larang warga sipil menonton televisi satelit, dan bagi mereka yang melanggar akan dikenai hukuman 1 tahun penjara dan denda Rp 4,6 juta. 

TRIBUNNEWS.COM - Media Myanmar yang dikendalikan pemerintah militer atau junta mengumumkan larangan penggunaan televisi (TV) satelit, Selasa (4/5/2021).

TV satelit dianggap menjadi media ilegal penyiar berita yang dapat merusak keamanan nasional, supermasi hukum, dan ketertiban umum.

Orang-orang yang menonton TV satelit juga dinilai berpotensi melakukan pengkhianatan terhadap negara.

Untuk itu, siapa pun yang menonton TV satelit berarti telah melanggar undang-undang televisi dan video.

Baca juga: Junta Militer Myanmar Tuntut Jurnalis Jepang dengan Tuduhan Berita Palsu

Ancaman hukuman bagi pelanggar yakni, hukuman satu tahun penjara dan denda 500.000 kyat, atau setara dengan Rp 4.650.000.

"Televisi satelit tidak lagi legal. Siapa pun yang melanggar undang-undang televisi dan video, terutama orang yang menggunakan antena parabola, akan dihukum satu tahun penjara dan denda 500.000 kyat," kata penyiar dalam televisi pemerintah MRTV.

"Media ilegal menyiarkan berita yang merusak keamanan nasional, supremasi hukum dan ketertiban umum, dan mendorong mereka yang melakukan pengkhianatan," lanjut penyiar itu, dikutip dari Channel News Asia.

Dalam menghadapi oposisi yang meluas, junta telah berjuang untuk menegakkan ketertiban sejak menggulingkan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi.

Diketahui, sejak kudeta 1 Februari 2021 itu, junta telah memutus sebagian besar akses internet seluler untuk memadamkan protes anti-junta.

Baca juga: Kelompok Pemberontak Myanmar Klaim Tembak Jatuh Helikopter Militer

Dengan dilarangnya TV satelit, Myanmar semakin tampak kembali ke keadaan isolasi yang mendahului reformasi demokrasi selama satu dekade.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Rica Agustina
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas