Reaksi para Pemimpin Dunia terkait Meningkatnya Ketegangan di Yerusalem Timur
Berikut adalah bagaimana negara dan komunitas internasional sejauh ini bereaksi terhadap peristiwa di Al-Aqsa dan Syekh Jarrah:
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Gigih
TRIBUNNEWS.COM - Lebih dari 200 warga Palestina terluka di luar Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki, pada Sabtu (8/5/2021).
Peristiwa tersebut terjadi ketika polisi Israel menembakkan peluru logam berlapis karet, gas air mata dan granat kejut ke arah pengunjuk rasa yang melemparkan batu.
Puluhan ribu jemaah memadati situs suci ketiga umat Islam pada Jumat terakhir Ramadan 2021, banyak yang memilih untuk tetap tinggal dan memprotes rencana Israel yang akan mengusir warga Palestina dari tanah yang diklaim pemukim Yahudi di lingkingan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.
Baca juga: Bentrokan Pecah Lagi di Yerusalem Timur: 14 Warga Palestina Terluka, 4 Dirawat di Rumah Sakit
Baca juga: Penggusuran Warga Palestina di Yerusalem Ditunda setelah Bentrok dengan Polisi Israel
Warga Palestina telah melakukan serangkaian aksi duduk di daerah itu dalam beberapa hari terakhir dan mengecam perintah Israel agar mereka mengosongkan rumah mereka.
Pasukan keamanan Israel telah menyerang aksi duduk menggunakan air sigung, gas air mata, peluru berlapis karet, granat kejut, dan puluhan warga Palestina telah ditangkap.
Dilansir Tribunnews dari Al Jazeera, berikut adalah bagaimana negara dan komunitas internasional sejauh ini bereaksi terhadap peristiwa di Al-Aqsa dan Syekh Jarrah:
Baca juga: Anggota DPR Sebut Penyerangan Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa Tak Bisa Ditolerir
Baca juga: 200 Warga Palestina Terluka Diserang Saat Salat Tarawih, RI Kecam Serangan Israel di Masjid Al Aqsa
Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB)
Kantor hak asasi PBB mendesak Israel untuk membatalkan penggusuran paksa dan memperingatkan tindakannya bisa menjadi "kejahatan perang".
"Kami ingin menekankan bahwa Yerusalem Timur tetap menjadi bagian dari wilayah Palestina yang diduduki, di mana hukum humaniter internasional berlaku," kata juru bicara Rupert Colville.
"Kekuatan pendudukan tidak dapat menyita properti pribadi di wilayah pendudukan."
Ia menegaskan, memindahkan penduduk sipil ke wilayah pendudukan adalah ilegal di bawah hukum internasional dan "mungkin merupakan kejahatan perang".
Qatar
Qatar mengutuk polisi Israel "menyerbu" kompleks Masjid Al-Aqsa dan "serangan terhadap jamaah".
Dalam sebuah pernyataan, kementerian luar negeri mengatakan itu adalah "provokasi terhadap perasaan jutaan Muslim di seluruh dunia, dan pelanggaran berat hak asasi manusia dan kesepakatan internasional".