Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Olimpiade Tokyo

Menteri Marukawa Sesalkan Ada Pihak yang Berupaya Memboikot Olimpiade Tokyo Jepang

Marukawa mengingatkan pentingnya penyelenggaraan Olimpiade Tokyo untuk kembali memperkuat ikatan batin antar manusia dan juga para atlet.

Menteri Marukawa Sesalkan Ada Pihak yang Berupaya Memboikot Olimpiade Tokyo Jepang
Foto Richard Susilo
Menteri Olimpiade Paralimpiade Jepang Tamayo Marukawa (50) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Menteri Olimpiade dan Paralimpiade, Tamayo Marukawa (50) menyesalkan adanya sejumlah pihak yang berupaya untuk memboikot penyelenggaraan Olimpiade Tokyo.

Tamayo Marukawa bahkan mengingatkan pentingnya penyelenggaraan Olimpiade Tokyo untuk kembali memperkuat ikatan batin antar manusia dan juga para atlet di mana pun berada.

"Kami percaya Olimpiade luar biasa pentingnya untuk mendapatkan kembali ikatan antara orang-orang yang terpecah. Jadi sayang sekali dengan adanya boikot beberapa orang akhir-akhir ini," papar Menteri Marukawa, yang juga mantan penyiar TV Asahi, Selasa (11/5/2021).

Menurutnya, atlet bersaing di bidang yang sama dan dengan aturan yang sama terlepas dari kebangsaan atau ras.

"Atlet yang telah melakukan upaya khusus dengan serius. Saya percaya bahwa penampilan persaingan kemudian berjuang bersama pasti akan memaafkan orang dan mendapatkan kembali perasaan, ikut berbagi kegembiraan bersama," katanya.

Baca juga: PM Jepang Suga Prioritaskan Nyawa dan Kesehatan Penduduk daripada Olimpiade Tokyo

Terutama di Olimpiade dengan bersatunya orang-orang dari seluruh negara di Olimpiade Tokyo.

"Saya pikir ini akan menjadi kesempatan untuk menemukan cahaya baru dan kegembiraan justru bagi kita semua," ujarnya.

Selain itu, sangat mengecewakan bahwa Rikako Ikee, seorang perenang wanita yang mengungkapkan bahwa SNS-nya memiliki komentar seperti "menolak" dan "berbicara menentang" Olimpiade dari pihak yang menentang Olimpiade.

"Tidak benar itu menghantam seseorang apalagi anonim dengan kekerasan verbal untuk alasan apa pun karena itu sama seperti sebuah penindasan atau ijime (bully) kepada orang lain," katanya.

Sementara itu upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Ikuti kami di
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas