Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Singapura Lockdown, Warganya Padati Supermarket, Terjadi Panic Buying

sejumlah foto yang beredar di media sosial, tampak antrean panjang warga dengan troli berisi makanan, kertas toilet, dan kebutuhan pokok lainnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Willem Jonata
zoom-in Singapura Lockdown, Warganya Padati Supermarket, Terjadi Panic Buying
Salientlife93/Reddit/coconuts.co
Kerumunan warga berbelanja di salah satu supermarket di Singapura.(Salientlife93/Reddit) 

"Kita semua merindukan momen ini."

"Siapapun yang telah divaksinasi lengkap dapat berpartisipasi dalam kegiatan di dalam dan di luar ruangan, besar atau kecil, tanpa memakai masker atau menjaga jarak secara fisik."

Baca juga: CDC AS Temukan 28 Kasus Pembekuan Darah pada Penerima Vaksin J&J, Sebagian Besar Menyerang Wanita

Baca juga: CDC Beri Sinyal Kapal Pesiar Dapat Lanjutkan Berlayar di Perairan AS Musim Panas Ini

"Jika Anda sudah divaksinasi penuh, Anda dapat mulai melakukan hal-hal yang sebelumnya Anda hentikan karena pandemi."

"Kita semua telah merindukan saat-saat ini ketika kita dapat kembali ke kehidupan normal."

Dr Walensky mengatakan bahwa pedoman baru ini hanya berlaku untuk orang Amerika yang telah divaksinasi penuh.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia meminta siapa saja yang mengalami gangguan kekebalan untuk berbicara dengan dokter mereka sebelum melepaskan masker.

Orang yang divaksinasi penuh artinya orang-orang yang dua minggu melewati dosis vaksin Covid-19 terakhir yang dibutuhkan.

Dr Walensky kemudian mengatakan bahwa perubahan pedoman tidak dimaksudkan sebagai rayuan agar lebih banyak orang yang divaksinasi.

Baca juga: Jelang Lebaran, Google Doodle Kembali Ingatkan soal Pencegahan Covid-19, Pakai Masker dan Jaga Jarak

Baca juga: Terjebak dengan Ratusan Juta Stok Tak Terjual, Produsen Masker AS Minta Bantuan Administrasi Biden

Ia menyebut bahwa CDC telah "mengikuti ilmu pengetahuan" dalam membuat keputusannya.

Ia juga mengatakan bahwa keputusan itu juga tidak berdasarkan tekanan publik tetapi keefektifan vaksin.

Meski begitu, Dr Walensky memperingatkan bahwa jika situasinya menjadi lebih buruk lagi, CDC mungkin harus mengubah pedomannya.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas