Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Israel Serang Jalur Gaza

Bulan Sabit Merah Indonesia Desak Akses Perbatasan Gaza Dibuka untuk Bantuan Kesehatan dan Logistik

Djazuli mendesak Dewan Keamanan PBB dan organisasi internasional untuk mendesak Israel menghentikan tindakan agresinya di Gaza dan Yerusalem. 

Bulan Sabit Merah Indonesia Desak Akses Perbatasan Gaza Dibuka untuk Bantuan Kesehatan dan Logistik
IST
Enam anak-anak Palestina tewas oleh serangan brutal jet tempur Israel di Kamp Al-Shati di Gaza. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum DPN Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) M Djazuli Ambari mengungkapkan dunia harus mendesak agar perbatasan Gaza bisa dibuka untuk memberikan akses bantuan terutama kesehatan dan logistik.

Djazuli menyebut berdasarkan keterangan dari  relawan BSMI di Gaza dan Al Quds saat ini kebutuhan yang mendesak adalah perawatan para korban terluka akibat serangan Israel. 

Selain itu, kata dia, bantuan logistik juga diperlukan bagi mereka yang kehilangan rumah dan tempat tinggal.

"Relawan BSMI di Gaza menyebutkan yang paling diperlukan adalah bantuan medis berupa obat-obatan, kursi roda serta logistik baik untuk pasien, tenaga kesehatan maupun warga yang kehilangan rumah. Serta bantuan dokter spesialis akibat load yang tinggi di fasilitas kesehatan di Gaza," kata Djazuli dalam keterangannya pada Minggu (16/5/2021).

Baca juga: Sebelum Gedung Digempur Pesawat Nirawak dan F16, Jurnalis Kantor Media di Gaza Minta Waktu 10 Menit

Djazuli mendesak Dewan Keamanan PBB dan organisasi internasional untuk mendesak Israel menghentikan tindakan agresinya di Gaza dan Al Quds Yerusalem. 

Djazuli juga menyayangkan tindakan Amerika Serikat (AS) yang memblokir rapat darurat Sidang Keamanan PBB terkait agresi Israel ke Palestina. 

"Kita desak Dewan Keamanan PBB segera bertindak. Sikap AS yang enggan menggelar rapat darurat Sidang DK PBB amat disayangkan. Sebab, agresi yang dilakukan pada saat umat Islam menggelar ibadah di bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri. Selain itu banyak korban anak-anak dan perempuan yang non combatants, suatu pelanggaran yang nyata terhadap Konvensi Jenewa tahun 1949,” kata Djazuli. 

Djazuli menegaskan Israel harus segera menghentikan semua tindakan kekerasan di Gaza dan Al Quds tanpa syarat. 

Selain itu, kata dia, Israel harus bertanggung jawab atas kerusakan dan jatuhnya korban jiwa akibat perbuatan mereka baik secara hukum,  moril, maupun materiil.

Baca juga: Cerita Warga Gaza di Tengah Serangan Israel: Melewati Setiap Malam dengan Rasa Takut

Djazuli mengapresiasi dan mendukung sikap Pemerintah Indonesia yang langsung merespons keras tindakan Israel. 

Ia berharap pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri bisa menggalang dan menyatukan semua komponen bangsa di Indonesia untuk memberikan tekanan lebih kuat ke dunia internasional.

"Termasuk dalam mengirim bantuan, setelah kemarin Alhamdulillah bisa mengirim bantuan ke India kini kita menunggu komitmen pemerintah bisa mengirim bantuan juga untuk masyarakat Palestina," kata Djazuli.

Ikuti kami di
Penulis: Gita Irawan
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas