Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Direktur Kelompok Hak LGBTQ Jepang Tagih Janji Pemilu, Minta Pemerintah Sahkan RUU Anti-diskriminasi

Direktur kelompok hak LGBTQ Yuri Igarashi menagih janji Pemilu 2019, dia meminta pemerintah Jepang segera mengesahkan RUU Anti-diskriminasi.

Direktur Kelompok Hak LGBTQ Jepang Tagih Janji Pemilu, Minta Pemerintah Sahkan RUU Anti-diskriminasi
AFP/Philip FONG
Hak LQBTQ menjadi sorotan internasional menjelang Olimpiade Tokyo musim panas ini. -- Direktur kelompok hak LGBTQ Yuri Igarashi menagih janji Pemilu 2019, dia meminta pemerintah Jepang segera mengesahkan RUU Anti-diskriminasi dalam sesi parlemen saat ini. 

TRIBUNNEWS.COM - Direktur kelompok hak lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer (LGBTQ) Yuri Igarashi ingin pemerintah memenuhi janji mereka kepada rakyat Jepang, Rabu (9/6/2021).

Igarashi mengatakan, saat ini masih ada waktu untuk undang-undang yang diusulkan untuk disahkan sebelum sesi parlemen berakhir minggu depan.

"Kami ingin mereka memenuhi janji mereka kepada rakyat negara ini," kata Igarashi, mengutip janji Pemilu 2019 oleh Partai Demokrat Liberal (LDP) untuk mempromosikan pemahaman tentang masalah LGBTQ.

Di PBB, tambah Igarashi, Jepang telah mendukung resolusi anti-diskriminasi, sementara Perdana Menteri Yoshihide Suga baru-baru ini berbicara menentang prasangka dan diskriminasi.

Hal ini merupakan titik balik yang sebenarnya, kata Igarashi sebagaimana diwartakan Channel News Asia.

Baca juga: PM Jepang: November 2021 Semua Warga Telah Divaksinasi Total

Baca juga: Strategi Jitu New York Menarik Wisatawan Jepang Vaksinasi di Amerika Serikat

"Kami percaya ini adalah titik balik yang sebenarnya, dan saya ingin benar-benar menekankan pentingnya menetapkan undang-undang baru dalam sesi parlemen saat ini," ucap Igarashi.

Diketahui, Jepang telah melihat dukungan baru untuk undang-undang yang melindungi hak-hak minoritas seksual.

Jejak pendapat menunjukkan banyaknya dukungan yang berkembang untuk undang-undang ramah LGBTQ, terutama di kalangan pemuda.

Undang-undang anti-diskriminasi yang diusulkan Jepang telah dibahas selama bertahun-tahun, dan mendapatkan daya tarik setelah sekelompok pengacara mulai mengerjakannya pada tahun 2015.

Namun kini persetujuan dari RUU Anti-diskriminasi yang diusulkan telah dihalangi ketika anggota partai berkuasa yang konservatif membahas rinciannya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Rica Agustina
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas