Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Perdagangan Manusia

Diiming-iming Jadi Model TikTok, Anak-anak Perempuan Jadi Perdagangan Manusia di India

Kelompok perdagangan manusia di Bangladesh mengiming-iming calon korbannya menjadi model Tiktok, padahal dijadikan pekerja seks di India.

Diiming-iming Jadi Model TikTok, Anak-anak Perempuan Jadi Perdagangan Manusia di India
internationalpoliticalforum.com
ILUSTRASI Human Trafiling 

TRIBUNNEWS.COM - Setidaknya 11 orang telah ditangkap karena dicurigai sebagai anggota kelompok perdagangan manusia Bangladesh. Kelompok ini memancing calon korban dengan menggunakan platform media sosial TikTok.

Pihak kepolisian Dhaka, Bangladesh, mengatakan, anak-anak perempuran dipancing ke bisnis perdagangan seks di negara tetangga India.

Unit paramiliter Batalyon Aksi Cepat (RAB) Bangladesh mengatakan Selasa (8/6), terduga pemimpin kelompok tersebut adalah Rafizul Islam Ridoy, yang dijuluki TikTok Ridoy.

Ia akan memikat gadis-gadis muda dengan menggunakan TikTok dan kelompok media sosial lainnya, dengan berjanji akan menjadikan mereka model TikTok

Akih-alih jadi model, kata RAB, para korban nyatanya malah diselundupkan ke India selatan dan dipaksa menjadi pekerja seks.

Baca juga: TikTokers Terkenal Kellie Gerardi Dikirim Meneliti di Luar Angkasa

Penangkapan itu terjadi setelah rekaman video dugaan serangan seksual terhadap seorang wanita Bangladesh menjadi viral di media sosial pada akhir Mei. Peristiwa itu mendorong diadakannya penyelidikan terhadap kelompok perdagangan manusia ini, sebut RAB.

Semua tersangka ditangkap selama seminggu terakhir.

Wakil Komisaris Polisi Dhaka, Mohammad Shalidullah, mengatakan, penangkapan terbaru terjadi pada hari Senin lalu, ketika dua pria ditahan di distrik perbatasan barat daya di Bangladesh karena diduga memperdagangkan gadis dan wanita berusia antara 17 hingga 22 tahun.

"Salah satu dari mereka mengatakan kepada kami bahwa dia telah mengirim 1.000 orang ke India," kata Shahidullah kepada kantor berita AFP.

Polisi mengatakan, sembilan orang ditangkap di Bangladesh dan dua lainnya di pusat teknologi India Bengaluru karena diduga menjadi bagian dari kelompok perdagangan manusia,.

Baca juga: Cerita Kakak Adik Nyaris Jadi Korban Human Trafficking, Ditipu Penyalur TKW, Ini Nasibnya Sekarang

Komisaris polisi kota Bengaluru Kamal Pant mengatakan kepada AFP Selasa lalu, bahwa empat orang lainnya juga ditangkap dan dituduh melakukan pemerkosaan atau bersekongkol dengan dugaan serangan seksual yang ditunjukkan dalam video.

Ia menambahkan, satu orang tambahan yang ditangkap pada Selasa malam belum diinterogasi. Semuanya adalah warga negara Bangladesh, kata polisi di kedua negara.

Ridoy adalah salah satu dari mereka yang ditahan pihak berwenang Bengaluru.

Shahidullah mengatakan bahwa sejak 2019 ketika TikTok menjadi populer di Bangladesh, kelompok  semacam itu bermunculan untuk menarik remaja dari keluarga berpenghasilan rendah.

“Mereka akan diundang ke pesta biliar, membintangi video TikTok dan menjual impian gaji yang dibayar dengan baik di pusat panggilan, pusat penjualan, dan pusat layanan,” ujarnya. (Tribunnews.com/Aljazeera/Hasanah Samhudi)

Ikuti kami di
Editor: hasanah samhudi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas