Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Keberadaan 32 Toko Liar di Demboin Dori Asakusa Tokyo Jepang Baru Diketahui Setelah 40 Tahun

Keberadaan toko-toko tersebut awalnya dari peti kemas yang berjejer lalu dijadikan deretan toko yang ternyata ilegal.

Keberadaan 32 Toko Liar di Demboin Dori Asakusa Tokyo Jepang Baru Diketahui Setelah 40 Tahun
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Pintu gerbang masuk Demboin Dori Asakusa. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Keberadaan sebanyak 32 toko liar di Demboin Dori Asakusa baru diketahui setelah 40 tahun toko-toko itu beroperasi. Kasus ini disebut akan masuk pengadilan.

"Itu liar, ilegal tak ada dasar hukumnya. Itu dari jalan raya biasa lalu ditempati liar jadi toko-toko," kata pengacara Pemda Taitoku wilayah Asakusa, Kenji Ito, Kamis (10/6/2021) menghadapi petisi sekitar 7.000 orang penandatangan menginginkan agar toko-toko tersebut tetap dapat berada di sana.

Keberadaan toko-toko tersebut awalnya dari peti kemas yang berjejer, dijadikan toko dan pengunjung datang ke jalanan tersebut melihat barang-barang yang dijualnya sejak 40 tahun lalu.

Namun menurut pengacara Ito tak ada dasar hukum keberadaan toko-toko tersebut.

Pintu gerbang masuk Demboin Dori Asakusa.
Pintu gerbang masuk Demboin Dori Asakusa. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

"Kita dijanjikan oleh Wali Kota Taitoku Eiichi Uchiyama bisa pakai gratis di sini. Tapi sekarang malah diusir. Sedih sekali. Sayang wali kotanya telah meninggal dunia," papar Ketua Asosiasi Pedagang Demboin Dori Asakusa, Hirokusa Nishibayashi (59).

Jalan raya lingkungan dekat Kuil Sensoji itu rencananya akan dibuka lebar dengan mengosongkan toko-toko yang dianggap liar tersebut oleh Pemda Taitoku.

Selama 40 tahun mereka menggunakan tempat itu tanpa membayar uang sewa atau uang apa pun kepada Pemda Taitoku.

Jika mereka membayar uang sewa dan penyelesaian uang apakah masih bisa beroperasi?

Baca juga: Jepang Sumbangkan 1,24 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca ke Taiwan

"Sama sekali tidak bisa. Itu jalanan lingkungan jalanan umum yang harus bebas. keberadaan mereka adalah liar tidak berdasarkan hukum, tak ada dokumennya. Kalau pun wali kota lama janji boleh pakai bebas, tak ada dokumen tersebut sampai kini," tambah pengacara Ito.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas