Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Israel Serang Jalur Gaza

Militer Israel Klaim Hamas Gunakan Blok Menara Media di Gaza untuk Situs Perang Elektronik

Militer Israel pada Selasa (8/6/2021) mengklaim blok menara di Gaza digunakan oleh penguasa Islam Hamas sebagai situs peperangan elektronik.

Militer Israel Klaim Hamas Gunakan Blok Menara Media di Gaza untuk Situs Perang Elektronik
MAJDI FATHI / NurPhoto / NurPhoto via AFP
Asap tebal membubung dari Menara Jala saat dihancurkan dalam serangan udara Israel di kota Gaza yang dikendalikan oleh gerakan Hamas Palestina, pada 15 Mei 2021. Angkatan udara Israel menargetkan Menara Jala 13 lantai yang menampung media Al-Jazeera yang berbasis di Qatar dan kantor berita Associated Press. 

TRIBUNNEWS.COM - Militer Israel mengklaim blok menara di Gaza yang dihancurkan dalam serangan udara Israel digunakan penguasa Hamas sebagai situs peperangan elektronik.

Blok menara itu menampung Associated Press, kantor berita yang berbasis di Amerika Serikat serta Al Jazeera, kelompok media yang berbasis di Qatar.

Melansir Reuters, penghancuran Israel atas menara 12 lantai selama pertempuran bulan lalu dengan Hamas dan gerilyawan lainnya mengundang kecaman internasional.

Serangan tersebut juga memantik seruan oleh sekutu utama Israel, Amerika Serikat, untuk melindungi wartawan. 

Baca juga: Korea Utara Sebut Israel Mengubah Jalur Gaza Jadi Tempat Jagal Manusia dan Anak-anak

Baca juga: Rekonstruksi Jalur Gaza, Puluhan Buldoser dan Truk Berbendera Mesir Baris Menyeberang ke Palestina

Asap mengepul dari serangan udara Israel di kompleks Hanadi di Kota Gaza, yang dikendalikan oleh gerakan Hamas Palestina, pada 11 Mei 2021.
Asap mengepul dari serangan udara Israel di kompleks Hanadi di Kota Gaza, yang dikendalikan oleh gerakan Hamas Palestina, pada 11 Mei 2021. (MOHAMMED ABED / AFP)

Namun AP mengatakan tidak menerima bukti kehadiran Hamas yang menimbulkan ancaman dan telah menyerukan penyelidikan independen.

Eksekutif AP bertemu dengan duta besar Israel untuk Washington dan PBB, Gilad Erdan, pada Senin (7/6/2021) untuk membahas penghancuran gedung.

"Pihak berwenang Israel menyatakan, gedung yang menampung biro kami dihancurkan karena kehadiran Hamas yang merupakan ancaman mendesak."

"Kami belum menerima bukti untuk mendukung klaim ini," kata AP dalam sebuah pernyataan.

"AP terus menyerukan pembebasan penuh dari setiap bukti yang dimiliki Israel sehingga faktanya terbuka untuk umum."

Dalam sebuah pernyataan, Erdan mengulangi klaim Israel, bangunan itu menampung intelijen militer Hamas.

Baca juga: Mesir Kirim Peralatan Bangunan dan Insinyur untuk Memulai Rekonstruksi Gaza

Baca juga: WHO: Hampir 200 Ribu Warga Palestina Butuhkan Bantuan Medis setelah Konflik Hamas-Israel di Gaza

Sistem pertahanan udara Kubah Besi (Iron Dome) Israel bekerja keras menahan gelombang serangan roket kelompok Hamas dari Jalur Gaza, Selasa 911/5/2021) hingga Rabu (12/5/2021).
Sistem pertahanan udara Kubah Besi (Iron Dome) Israel bekerja keras menahan gelombang serangan roket kelompok Hamas dari Jalur Gaza, Selasa 911/5/2021) hingga Rabu (12/5/2021). (AFP/ANAS BABA)
Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas