Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Joe Biden Berencana Sumbang Setengah Miliar Vaksin Covid-19 untuk Negara Miskin: Ini tanpa Pamrih

Presiden AS, Joe Biden, mengumumkan rencana Amerika Serikat menyumbangkan 500 juta dosis vaksin Covid-19 Pfizer untuk negara-negara miskin.

Joe Biden Berencana Sumbang Setengah Miliar Vaksin Covid-19 untuk Negara Miskin: Ini tanpa Pamrih
MANDEL NGAN / AFP
Presiden AS, Joe Biden, menyampaikan pidato peringatan 100 tahun Pembantaian Ras Tulsa di Pusat Kebudayaan Greenwood di Tulsa, Oklahoma, pada 1 Juni 2021. 

Di sisi lain, permintaan vaksinasi di AS menurun drastis dalam beberapa pekan terakhir.

Pejabat AS terkait mengatakan akan mendistribusikan 200 juta dosis vaksin pada akhir tahun.

Lalu sisanya yakni 300 juta akan dikirimkan pada periode pertama tahun 2022.

Dilansir CNN, sumbangan AS merupakan langkah melawan vaksin Rusia dan China yang perlahan mulai memperluas pengaruh global mereka. 

Foto yang diambil pada 30 Maret 2021 ini menunjukkan seorang anggota staf medis bersiap untuk memberikan dosis vaksin virus Corona Covid-19 Sinovac di sebuah universitas di Qingdao di provinsi Shandong timur China.
Foto yang diambil pada 30 Maret 2021 ini menunjukkan seorang anggota staf medis bersiap untuk memberikan dosis vaksin virus Corona Covid-19 Sinovac di sebuah universitas di Qingdao di provinsi Shandong timur China. (STR / AFP)

Diketahui ratusan juta dosis vaksin Sputnik V Rusia, serta Sinovac dan Sinopharm dari China, telah menyebar ke seluruh dunia.

Namun hanya vaksin Sinopharm yang diterima dalam program vaksin COVAX dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Banyak negara termasuk di Amerika Latin, yang secara tradisional menjadi wilayah pengaruh AS membeli sejumlah besar vaksin Rusia dan China.

Gedung Putih mengatakan telah memantau hal ini dan prihatin dengan upaya Rusia dan China menggunakan vaksin untuk membuat keuntungan geopolitik.

Pejabat pemerintah AS menyebut langkah ini adalah bagian dari upaya yang lebih luas bagi negara-negara demokrasi dunia untuk memimpin pemulihan pandemi.

"Ini jelas akan menjadi pembelian dan sumbangan terbesar vaksin Covid-19 oleh satu negara, sejauh ini, dan ini merupakan respons yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata seorang pejabat senior pemerintah kepada wartawan pada Kamis.

Halaman
123
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas