Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Boris Johnson: Lockdown Terbatas di Inggris Berlanjut Sampai 19 Juli

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengumumkan pencabutan pelonggaran lockdown terbatas ditunda hingga 19 Juli mendatang

Boris Johnson: Lockdown Terbatas di Inggris Berlanjut Sampai 19 Juli
Eddie MULHOLLAND / POOL / AFP
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbicara selama konferensi pers virtual di dalam 10 Downing Street di pusat kota London pada 16 Oktober 2020 

TRIBUNNEWS.COM – Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akhirnya mengumumkan penundaan pelonggaran lockdown di Inggris sampai 19 Juli.

Pembatasan yang berlaku saat ini semestinya berakhir 21 Juni mendatang, dan rencananya akan dicabut.

Namun dengan keputusan baru pemerintah ini, sebagian besar pembatasan yang ada hingga 21 Juni akan berlanjut.

Karena itu, pembatasan orang berkumpul akan tetap berlaku, yaitu batas jumlah tamu pernikahan akan dihapus tetapi tempat acara tetap harus mematuhi aturan lain.

Boris Johnson yakin bahwa penundaan pencabutan pembatasan ini tidak akan lebih dari empat minggu. Untuk itu, bakal ada evaluasi situasi setelah dua minggu.

Baca juga: PM Inggris Dijadwalkan Umumkan Perpanjangan Pembatasan Selama Satu Bulan

Baca juga: Boris Johnson Optimis Inggris Akan Dibuka Sepenuhnya Pada Juni 2021

Baca juga: Ini Istri Para Pemimpin G-7: Carrie Johnson Mulai Debut di Panggung Global

"Kami akan memantau posisi setiap hari dan jika, setelah dua minggu, kami menyimpulkan bahwa risiko telah berkurang maka kami memiliki kemungkinan untuk melanjutkan ke langkah empat, dan pembukaan penuh, lebih cepat," katanya dalam konferensi pers di Downing Street.

Para ilmuwan telah memperingatkan peningkatan signifikan warga yang membutuhkan perawatan di rumah sakit untuk Covid-19 jika tahap empat pelonggaran penguncian berlanjut pada 21 Juni.

Itu terjadi di tengah meningkatnya kasus, didorong oleh virus varian Delta yang lebih menular, yang pertama kali diidentifikasi di India.

Johnson mengatakan melanjutkan dengan tahap empat pada 21 Juni akan berarti "kemungkinan  sangat nyata" dari virus mengalahkan vaksin, yang menyebabkan ribuan kematian lagi yang seharusnya dapat dihindari.

Penundaan itu akan memberi NHS waktu yang sangat penting untuk membuat orang divaksinasi, katanya.

Halaman
12
Editor: hasanah samhudi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas