Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Laporan Parlemen Inggris: China Ingin Kendalikan WHO hingga Interpol dan Memperdaya Negara Lain

China disebut berusaha merebut kendali sejumlah organisasi dunia menurut laporan dari Parlemen Inggris.

Laporan Parlemen Inggris: China Ingin Kendalikan WHO hingga Interpol dan Memperdaya Negara Lain
The Guardian/EPA/Ju Peng
Presiden Tiongkok Xi Jinping (kanan) di Istana Westminster, London, Inggris - China disebut berusaha merebut kendali sejumlah organisasi dunia menurut laporan dari Parlemen Inggris. 

Dikutip dari Times of India, laporan ini menyinggung enam organisasi multilateral utama. 

Diantaranya WHO, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Interpol, Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC), Mahkamah Pidana Internasional (ICC), dan Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE).

ILUSTRASI. Presiden Xi Jinping dan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA)
ILUSTRASI. Presiden Xi Jinping dan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) (ist)

"Ada contoh China menggunakan leverage ekonominya, melalui Belt and Road Initiative, untuk mencapai dukungan di multilateral."

"Penggunaan diplomasi agresif oleh China, atau 'bullying', dapat dilihat dalam operasi di OHCHR dan HRC serta WHO," kata laporan itu.

Keenam organisasi yang disorot mengandalkan sumbangan dari negara-negara daripada dana inti.

Sehingga, menurut laporan itu, memungkinkan China untuk membeli pengaruh politik.

Laporan itu juga mengatakan, China memanfaatkan peluang pemerintahan Trump dulu untuk memotong dana ke organisasi internasional atau menarik semuanya, seperti dalam kasus WHO.

"WHO yang diuntungkan dengan begitu banyak bantuan Inggris, didominasi oleh China, yang memberikan kontribusi jauh lebih sedikit."

"Jelas bagi kami bahwa pemerintah China melihat pengaruh di WHO sebagai tujuan strategis yang signifikan," kata laporan itu.

Menurut laporan WHO tahun lalu, 58 negara dan entitas menyumbang sebesar USD 724 juta per 30 Juni 2020.

Baca juga: WHO Sebut Covid-19 Varian Delta Bermutasi di 80 Negara, Perhatikan Gejalanya

Baca juga: Ilmuwan China Bantah Teori Covid-19 Berasal dari Kebocoran Institut Virologi Wuhan

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (VOA)

Halaman
123
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas