Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Laporan Parlemen Inggris: China Ingin Kendalikan WHO hingga Interpol dan Memperdaya Negara Lain

China disebut berusaha merebut kendali sejumlah organisasi dunia menurut laporan dari Parlemen Inggris.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Ika Nur Cahyani
zoom-in Laporan Parlemen Inggris: China Ingin Kendalikan WHO hingga Interpol dan Memperdaya Negara Lain
The Guardian/EPA/Ju Peng
Presiden Tiongkok Xi Jinping (kanan) di Istana Westminster, London, Inggris - China disebut berusaha merebut kendali sejumlah organisasi dunia menurut laporan dari Parlemen Inggris. 

Sehingga, menurut laporan itu, memungkinkan China untuk membeli pengaruh politik.

Laporan itu juga mengatakan, China memanfaatkan peluang pemerintahan Trump dulu untuk memotong dana ke organisasi internasional atau menarik semuanya, seperti dalam kasus WHO.

"WHO yang diuntungkan dengan begitu banyak bantuan Inggris, didominasi oleh China, yang memberikan kontribusi jauh lebih sedikit."

"Jelas bagi kami bahwa pemerintah China melihat pengaruh di WHO sebagai tujuan strategis yang signifikan," kata laporan itu.

Menurut laporan WHO tahun lalu, 58 negara dan entitas menyumbang sebesar USD 724 juta per 30 Juni 2020.

Baca juga: WHO Sebut Covid-19 Varian Delta Bermutasi di 80 Negara, Perhatikan Gejalanya

Baca juga: Ilmuwan China Bantah Teori Covid-19 Berasal dari Kebocoran Institut Virologi Wuhan

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (VOA)

China berada di urutan ke-10 dengan kontribusi sebesar USD 25 juta.

Di atasnya ada Kuwait, Jepang, dan AS yang menyumbang USD 34 juta.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara Inggris menjadi pendonor terbesar WHO dengan total USD 108 juta.

Inggris dan China sudah lama berselisih soal hak asasi manusia hingga hukum keamanan di Hong Kong.

Kedua negara ini juga saling serang soal dugaan penyiksaan warga Uighur di Xinjiang, China.

Diketahui Tugendhat adalah satu dari 9 pejabat Inggris yang dikenai sanksi oleh China karena disebut menyebarkan kebohongan soal negara itu terkait Xinjiang.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas