Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pilpres Iran 2021: Pemungutan Suara Ditutup setelah 19 Jam, Siapa yang Keluar sebagai Pemenang?

Pemungutan suara untuk presiden baru Iran telah ditutup, 19 jam setelah dimulainya pencoblosan.

Pilpres Iran 2021: Pemungutan Suara Ditutup setelah 19 Jam, Siapa yang Keluar sebagai Pemenang?
Atta KENARE / AFP
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengenakan masker saat memberikan suaranya pada 18 Juni 2021, pada hari pemilihan presiden republik Islam itu. Pemungutan suara untuk presiden baru Iran telah ditutup, 19 jam setelah dimulainya pencoblosan. 

Selama tiga dekade berikutnya, ia menjabat sebagai jaksa Teheran, kepala Organisasi Inspeksi Umum, jaksa agung Pengadilan Khusus Pendeta, dan wakil ketua hakim.

Pemimpin tertinggi menunjuk Raisi sebagai kepala Astan-e Quds Razavi, tempat suci Imam Reza yang berpengaruh, pada Maret 2016.

Memimpin salah satu bonyad terbesar Iran, atau perwalian amal, memberi Raisi kendali atas aset bernilai miliaran dolar dan mengukuhkan posisinya di antara ulama dan elit bisnis di Masyhad.

Raisi gagal melawan Presiden Hassan Rouhani dalam pemilihan presiden 2017, mengumpulkan hanya 38 persen suara, atau di bawah 16 juta suara.

Khamenei menunjuk Raisi untuk memimpin peradilan pada 2019, dan dia telah mencoba memperkuat posisinya sebagai juara memerangi korupsi dengan menargetkan orang dalam dan mengadakan persidangan publik, sambil memulai kampanye kepresidenannya lebih awal dengan melakukan perjalanan ke hampir semua dari 32 provinsi Iran.

Raisi telah mencap dirinya sebagai "saingan korupsi, inefisiensi dan aristokrasi" dan mengatakan dia akan menegakkan kesepakatan nuklir sebagai kesepakatan negara, tetapi percaya bahwa pemerintah "kuat" diperlukan untuk mengarahkannya ke arah yang benar.

2. Abdolnaser Hemmati

Abdolnaser Hemmati
Abdolnaser Hemmati (Twitter @SinaToossi)

Abdolnaser Hemmati yang seorang moderat menggambarkan dirinya sebagai seorang realis.

Dia menjadi gubernur Bank Sentral Iran pada 2018 selama masa yang penuh gejolak, tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengingkari kesepakatan nuklir dan mulai menjatuhkan sanksi keras yang akhirnya menelan seluruh ekonomi Iran.

Pria berusia 64 tahun itu dipecat dari jabatannya oleh Rouhani awal bulan ini karena mencalonkan diri sebagai presiden.

Halaman
1234
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas