Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Abu Dhabi yang Belum Divaksin Dilarang Masuk di Hampir Semua Tempat Umum

Ibukota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi akan membatasi warga yang belum divaksin Covid-19 ke banyak tempat umum.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ika Nur Cahyani
zoom-in Warga Abu Dhabi yang Belum Divaksin Dilarang Masuk di Hampir Semua Tempat Umum
Foto oleh Nick Fewings di Unsplash
Halaman Masjid Agung Sheik Zayed, Abu Dhabi, UEA. - Ibukota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi akan membatasi warga yang belum divaksin Covid-19 ke banyak tempat umum. 

Berarti sekitar 77,1% dari populasi negara ini telah menerima vaksin Covid-19 lengkap.

Kendati demikian, otoritas federal UEA baru-baru ini memperingatkan tentang peningkatan kasus dan kematian terkait varian delta.

Negara ini rata-rata memiliki lebih dari 2.100 kasus baru dan 6 kematian baru setiap hari, menurut data dari Universitas Johns Hopkins.

Peringatan WHO Soal Varian Delta

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin (21/6/2021) menyebut, varian baru Covid-19 yang dikenal sebagai varian delta sebagai jenis virus corona tercepat penularannya dan terkuat yang pernah ada.

Varian delta disebut akan "mengambil" orang paling rentan, terutama di tempat-tempat yang tingkat vaksinasi Covid-19 masih rendah.

Varian delta pertama kali teridentifikasi di India dan memiliki potensi "lebih mematikan karena lebih efisien dalam cara penularan antar manusia dan pada akhirnya akan menemukan individu-individu rentan yang akan menjadi sakit parah, harus dirawat di rumah sakit dan berpotensi mati," jelas Dr. Mike Ryan, direktur eksekutif program kedaruratan kesehatan WHO, dikutip dari CNBC

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus (kanan) mendengarkan kepala kedaruratan WHO Mike Ryan selama pertemuan yang diadakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang penyakit Ebola di Republik Demokratik Kongo, pada 15 Juli 2019, di Jenewa. Kasus Ebola yang dikonfirmasi di kota utama Republik Demokratik Kongo, Goma, adalah
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus (kanan) mendengarkan kepala kedaruratan WHO Mike Ryan selama pertemuan yang diadakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang penyakit Ebola di Republik Demokratik Kongo, pada 15 Juli 2019, di Jenewa. (FABRICE COFFRINI / AFP)

Baca juga: Kemenkes Targetkan 32,6 Juta Anak Usia 12-17 Tahun Jadi Target Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Kronologi Puluhan TKA China Ditolak Ikut Vaksinasi Covid-19 di Lebak Banten

Rekomendasi Untuk Anda

Ryan mengatakan para pemimpin dunia dan pejabat kesehatan bisa mengurangi dampak pada kelompok rentan melalui donasi dan distribusi vaksin Covid.

Sebelumnya, WHO telah menetapkan bahwa varian delta menjadi varian Covid-19 dominan di seluruh dunia.

Delta bahkan disebut menggantikan alpha, varian yang sangat menular yang melanda Eropa dan kemudian AS awal tahun ini, kata Dr. Paul Offit, direktur Pusat Pendidikan Vaksin di Rumah Sakit Anak Philadelphia.

Berita terkait Penanganan Covid

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas