Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

PM Jepang Ingin Selamatkan Pelajar dari Sopir Mabuk, Rombak Rute Sekolah Agar Aman

Perdana Menteri Yoshihide Suga menginstruksikannya untuk merombak rute sekolah dan mengambil tindakan darurat.

PM Jepang Ingin Selamatkan Pelajar dari Sopir Mabuk, Rombak Rute Sekolah Agar Aman
Richard Susilo
Data kematian akibat kecelakaan ditabrak sopir yang mengendara¬† minum alkohol terbanyak tahun 2000 dengan jumlah 1276 orang meninggal ditabrak mobil yang sopirnya mabok. Data kepolisian Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Tanggapi kecelakaan pengendara mabuk sehingga 2 anak meninggal dunia ditabraknya, 1 tidak sadarkan diri dan 2 lagi luka parah, PM Jepang Rabu ini (30/6/2021) menginstruksikan tindakan darurat lindungan anak sekolah dan antisipasi sopir mabuk.

"Menyusul kecelakaan di Kota Yachimata, Prefektur Chiba, di mana lima anak tewas atau terluka, pemerintah mengadakan pertemuan tingkat menteri tentang langkah-langkah keselamatan lalu lintas di kediaman Perdana Menteri pada pagi hari tanggal 30 Juni ini," ungkap seorang pejabat kepada Tribunnews.com Rabu (30/6/2021).

Perdana Menteri Yoshihide Suga menginstruksikannya untuk merombak rute sekolah dan mengambil tindakan darurat.

Sebuah truk dan dua orang tewas dalam barisan anak-anak yang meninggalkan sekolah Senin lalu (28/6/2021).

Mengenai kecelakaan ini, Perdana Menteri menekankan,"Penyelidikan dan  penyebab yang diperlukan akan segera dilakukan, dan manajemen keselamatan akan melakukan secara menyeluruh untuk hal terkait kecelakaan tersebut."

Suga juga menekankan, "Untuk mencegah kecelakaan yang menyedihkan dan menyakitkan itu terjadi lagi, kami akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap rute sekolah, memperluas dan memperkuat tindakan darurat, dan segera menerapkannya."

Dalam kecelakaan ini, alkohol  melebihi nilai standar terdeteksi dalam napas pengemudi truk bernama Hiroshi Umezawa, dari perusahaan Nanbu sehingga mengakibatkan kecelakaan fatal kepada 5 pelajar.

"Mengemudi dalam keadaan mabuk adalah tindakan yang sangat kejam dan berbahaya yang secara langsung mengarah pada kecelakaan serius," tekan PM Suga.

PM Suga  akan meminta manajemen menyeluruh untuk memberantas mengemudi dalam keadaan mabuk.

Berdasarkan kecelakaan ini, pemerintah akan memulai verifikasi langkah-langkah darurat keselamatan lalu lintas menyeluruh seperti yang dirangkum pada Juni 2019.

Sementara itu Beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas