Tribun

Penanganan Covid

Hasil Studi: 'Obat Radang Sendi' Tocilizumab dan Sarilumab Bisa Turunkan Kematian Akibat Covid-19

Obat radang sendi Tocilizumab dan Sarilumab diyakini dapat menurunkan risiko kematian dan kebutuhan terhadap  ventilator diantara pasien virus corona

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Johnson Simanjuntak
Hasil Studi: 'Obat Radang Sendi' Tocilizumab dan Sarilumab Bisa Turunkan Kematian Akibat Covid-19
pixabay.com
ILUSTRASI obat. Pemerintah mengaku sedang melakukan ujicoba terhadap obat asli Indonesia untuk vaksin corona. 

TRIBUNNEWS.COM, BRUSSELS - Obat radang sendi Tocilizumab dan Sarilumab diyakini dapat menurunkan risiko kematian dan kebutuhan terhadap  ventilator diantara pasien virus corona (Covid-19) yang dirawat di rumah sakit.

Hal ini berdasar pada analisis terhadap nyaris 11.000 pasien Covid-19.

Dikutip dari laman The Hindustan Times, Kamis (8/7/2021), studi ini muncul di Journal of American Medical Association dan mendorong Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk merekomendasikan penggunaan obat-obatan yang dikenal sebagai inhibitor Interleukin-6 (IL-6), selain kortikosteroid untuk pasien dengan kondisi Covid-19 yang parah atau kritis.

Seorang Profesor di King's College London dan penulis utama makalah tersebut, Manu Shankar-Hari mengatakan bahwa penelitian tersebut akhirnya mewakili 'bukti definitif' yang mendukung penggunaan obat-obatan itu, setelah penelitian sebelumnya menghasilkan hasil yang beragam.

Studi tersebut mengatakan bahwa pemberian salah satu obat selain kortikosteroid diantara pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, mengurangi risiko kematian sebesar 17 persen, dibandingkan dengan penggunaan kortikosteroid saja.

Pada pasien yang tidak menggunakan ventilator, risiko kematiannya berkurang 21 persen, dibandingkan dengan pasien yang hanya menggunakan kortikosteroid.

Baca juga: Ekstrak Ikan Gabus, Temulawak dan Kelor Jadi Obat Alami untuk Vaporista yang Jalani Isolasi Mandiri

Perlu diketahui, pasien Covid-19 yang masuk dalam kategori gejala berat atau parah mengalami reaksi berlebihan sistem kekebalan yang dikenal sebagai 'badai sitokin'.

Menurut penelitian tersebut, badai sitokin ini dapat menyebabkan kerusakan parah pada organ hingga kematian.

Tocilizumab dan sarilumab sebelumnya digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis, yakni suatu kondisi autoimun.

Cara kerjanya dengan menghambat efek Interleukin (IL)-6, sejenis protein yang disebut sitokin yang memberi sinyal pada tubuh untuk meningkatkan respons inflamasi.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas