Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Idul Adha 2021

Suasana Pilu Warga Gaza Menyambut Hari Raya Idul Adha, Masih Teringat Duka Kehilangan Keluarga

Berikut suasana pilu dari warga di Gaza, Palestina saat menyambut hari Raya Idul Adha, masih teringat duka kehilangan keluarga.

Suasana Pilu Warga Gaza Menyambut Hari Raya Idul Adha, Masih Teringat Duka Kehilangan Keluarga
MOHAMMED ABED / AFP
Seorang anak Palestina tidur di reruntuhan rumah keluarganya yang hancur dalam serangan udara Israel selama pertempuran terbaru Israel-Palestina, di Kota Gaza, pada 2 Juli 2021. 

TRIBUNNEWS.COM - Bagi umat Muslim di seluruh dunia, seharusnya bisa merayakan hari raya Idul Adha dengan penuh suka cita.

Namun, berbeda dengan warga Palestina, tidak ada alasan untuk merayakan hari raya dengan penuh suka cita.

Sebab, banyak dari mereka yang kehilangan orang-orang terkasih dalam pertempuran antara militan Gaza dan Israel dua bulan lalu.

Baca juga: Pemimpin Hamas Ungkap Pembicaraan dengan PBB Terkait Situasi Kemanusiaan di Gaza Temui Jalan Buntu

Baca juga: Pascaperang 11 Hari Israel-Hamas, Warga Gaza Hadapi Pembangunan Ulang yang Habiskan Biaya Mahal

Hari raya Idul Adha sendiri dikenal sebagai hari raya kurban untuk memperingati Nabi Ibrahim demi menunjukkan pengabdiannya kepada Allah SWT.

Idul Adha bertepatan dengan pelaksanaan haji, selain itu, ada juga tradisi ziarah Islam tahunan ke Mekkah dimulai dari satu hari sebelum Idul Adha.

Seorang pensiunan guru berusia 73 tahun, bernama Mahmoud Issa, membeli pakaian baru untuk cucu-cucunya dan membawa mereka ke sebuah peternakan untuk membeli hewan.

Seorang anak Palestina tidur di reruntuhan rumah keluarganya yang hancur dalam serangan udara Israel selama pertempuran terbaru Israel-Palestina, di Kota Gaza, pada 2 Juli 2021.
Seorang anak Palestina tidur di reruntuhan rumah keluarganya yang hancur dalam serangan udara Israel selama pertempuran terbaru Israel-Palestina, di Kota Gaza, pada 2 Juli 2021. (MOHAMMED ABED / AFP)

Namun, ia berduka atas kematian kedua putrinya Manar (39 tahun) dan Lina (13 tahun), yang meninggal dunia karena kamp pengungsi di Bureij dihancurkan Israel pada 13 Mei 2021 lalu.

"Kami dihantui rasa sakit, tetapi kami harus mengeluarkan anak-anak dari suasana ini dan membuat mereka merasakan suasana Lebaran," kata Issa dikutip Tribunnews dari Reuters, Senin (19/7/2021).

"Sehingga, mereka bisa melupakan rasa sakit kehilangan ibu dan kakak perempuan mereka," tambahnya.

Baca juga: Israel Tuding Pimpinan Indonesia, Malaysia, dan Brunei Bohong soal Serangan Gaza, Ini Kata Pengamat

Baca juga: Jet Tempur Israel Targetkan Jalur Gaza untuk Kedua Kalinya Sejak Gencatan Senjata

Pemerintah dan Hamas mengatakan, 2.200 rumah hancur dan 37.000 rusak akibat dibom militer Israel selama 11 hari pertempuran lintas perbatasan.

Halaman
12
Penulis: Inza Maliana
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas