Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Olimpiade 2021

Wartawan Jepang Ungkapkan Ketua IOC Seenaknya Tetapkan Brisbane Tempat Olimpiade Berikutnya

Seorang wartawan Jepang kemarin (21/7/2021) dalam jumpa persnya menekankan kecurigaannya kepada Thomas Bach Ketua Komite Olimpiade Internasional (IOC)

Wartawan Jepang Ungkapkan Ketua IOC Seenaknya Tetapkan Brisbane Tempat Olimpiade Berikutnya
Foto Richard Susilo
Chizuko Ueno, Professor Emeritus, dari Universitas Tokyo (kiri), Yutaka Iimura mantan Dubes Jepang di Indonesia, dan Perancis, serta Mikio Haruna, wartawan Jepang. 

 Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Seorang wartawan Jepang kemarin (21/7/2021) dalam jumpa persnya menekankan kecurigaannya kepada Thomas Bach Ketua Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang seenaknya melakukan tugasnya dan harus di audit internasional pembukuan IOC.

"Bach seenaknya saja memutuskan Olimpiade berikutnya di Brisbane, tidak melakukan bidding yang memungkinkan negara lain ikut mengajukan diri sebagai tempat penyelenggaraan Olimpiade mendatang," kritik Wartawan Jepang Mikio Harunakemarin di klub wartawan asing Jepang (FCCJ).

Haruna juga meminta dunia agar menyetop langkah Ketua IOC lebih lanjut dengan meng audit pembukuannya karena dicurigai melakukan banyak hal-hal yang tidak benar dalam arus aliran uang IOC tersbeut.

"Audit internasional harus dilakukan kepada IOC karena banyak hal aneh dan semua melibatkan besar sekali arus uang dari banyak tempat ke IOC. Jadi harus di audut internasional dan dibuka secara transparan kepada kita semua," tekannya lagi.

Thomas Bach, ketua Komite Olimpiade Internasional (IOC), berpidato di awal sesi IOC yang diadakan di Tokyo pada tanggal 20 Juli kemarin, mengungkapkan untuk pertama kalinya bahwa ia memiliki keraguan tentang penyelenggaraan Olimpiade Tokyo.

"Selama 15 bulan setelah memutuskan untuk menunda, saya harus membuat keputusan setiap hari untuk alasan yang sangat tidak pasti. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan," kata Bach.

"Pengorbanan seperti apa juga jadi pertanyaan untuk bergerak maju. Tetapi jika saya sampaikan  kecurigaan kami  ini pasti akan berantakan nanti Olimpiade.  Itu sebabnya hati kami bersabar dan  menyimpan keraguan dalam pikiran saya saja," papar Bach.

Selain itu, juru bicara IOC mengatakan pada konferensi pers setelah rapat umum bahwa informasi tentang atlet yang menjadi positif tidak diungkapkan. "Kami  belum mengeluarkannya."

Pada rapat umum hari ini (21/7/2021), Seiko Hashimoto, ketua Panitia Penyelenggara Pertandingan, membuat laporan akhir sebelum pembukaan.

Pada konferensi pers, Ketua Hashimoto mengatakan, "Dalam beberapa kasus, apa yang telah kami kumpulkan selama tujuh tahun (sejak keputusan untuk mengadakan acara Olimpiade Tokyo) telah menjadi nol. Selama Komite Penyelenggara bertahan, kami ingin mempertahankan warisan dengan kuat. "

Rapat umum IOC diadakan selama dua hari, dan pada tanggal 21 Juli, pemungutan suara akan diadakan untuk menyetujui tempat Olimpiade Musim Panas 2032 di Brisbane, Australia.

Sementara itu Beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas