Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version
Deutsche Welle

India Dituduh Pakai Spyware Pegasus Israel ke Pengkritik Pemerintah

Dunia dikejutkan oleh laporan bahwa spyware Pegasus buatan Israel dapat diinstal secara diam-diam di ponsel. Pemerintah PM India Narendra…

Segera setelah laporan itu terungkap, parlemen dilanda kekacauan. Partai-partai oposisi menuntut dibentuknya penyelidikan independen.

Pemerintah bersikap defensif, menyebutnya sebagai "ekspedisi memancing," dan menolak untuk mengadakan penyelidikan independen setelah mengklaim bahwa mereka tidak terlibat dalam pengintaian.

Menteri Dalam Negeri Amit Shah merilis sebuah pernyataan yang menyerang Kongres dan berbagai organisasi internasional, menyebut mereka "penghalang" dan "pengganggu" yang bertujuan mempermalukan India di panggung dunia.

Apa itu spyware Pegasus dan bagaimana cara kerjanya?

Pegasus adalah spyware yang dapat diinstal secara diam-diam pada ponsel pintar, memungkinkan operator untuk mengekstrak pesan, foto dan email, merekam panggilan, dan secara diam-diam mengaktifkan mikrofon dan kamera.

Spyware ini mampu melakukan pengawasan pada tiga tingkatan: ekstraksi data awal, pemantauan pasif dan pengumpulan aktif.

Setelah terinstal, spyware tidak meninggalkan jejak pada perangkat, mengonsumsi baterai, memori dan konsumsi data minimal, dan dilengkapi dengan opsi penghancuran diri yang dapat digunakan kapan saja.

Momen Watergate India

Di antara mereka yang masuk dalam daftar target adalah Ashok Lavasa, mantan komisioner pemilu India yang mengkritik Modi atas pelanggaran kode etik, lalu seorang perempuan yang menuduh mantan Ketua Mahkamah Agung India Ranjan Gogoi melakukan pemerkosaan pada April 2019, dan beberapa jurnalis yang melakukan ekspos terhadap pemerintah atau menulis tentang topik sensitif, seperti pertahanan dan wilayah Kashmir yang diperebutkan.

Pemimpin Kongres Rahul Gandhi dan dua rekannya juga ada dalam daftar, tetapi analisis tidak dapat menentukan apakah mereka telah diretas atau tidak.

Setidaknya dua menteri yang menjabat di pemerintahan Modi, Ashwini Vaishnaw dan Prahlad Singh Patel, juga ada dalam basis data nomor telepon yang bocor.

Konstitusi dipertaruhkan

Pendiri-editor The Wire Siddharth Varadarajan dan M.K. Venu juga menjadi sasaran. Analisis forensik khusus menunjukkan bukti ponsel mereka terinfeksi oleh Pegasus.

Halaman
1234
Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas