Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version
Deutsche Welle

India Dituduh Pakai Spyware Pegasus Israel ke Pengkritik Pemerintah

Dunia dikejutkan oleh laporan bahwa spyware Pegasus buatan Israel dapat diinstal secara diam-diam di ponsel. Pemerintah PM India Narendra…

"The Wire jelas merupakan salah satu media yang paling ditargetkan," kata Venu kepada DW. "Pemerintah harus membentuk komisi penyelidikan independen untuk menghilangkan kekhawatiran warga sehubungan dengan privasi mereka, sebagaimana dijamin oleh Konstitusi India."

Pemerintah sejauh ini telah mencoba untuk memberanikan diri, dengan mengatakan data yang bocor dari perusahaan Israel NSO bukan merupakan penggunaan sebenarnya dari spyware Pegasus untuk meretas telepon.

Menyusul pengungkapan oleh konsorsium global, CEO WhatsApp, Will Cathcart, meminta pemerintah dan perusahaan untuk memastikan keamanan online.

"Ini adalah peringatan untuk keamanan di internet," cuit Cathcart. "Ponsel adalah komputer utama bagi miliaran orang. Pemerintah dan perusahaan harus melakukan segala yang mereka bisa untuk membuatnya seaman mungkin. Keamanan dan kebebasan kita bergantung padanya."

Meningkatnya seruan untuk reformasi pengawasan

Ini bukan pertama kalinya spyware Pegasus menjadi berita utama. Para ahli menunjukkan bahwa ada contoh di India sebelum kontroversi saat ini, di mana spyware digunakan pada warga.

"Apa yang kita lihat sekarang adalah senjata siber yang digunakan untuk menambang data secara menyeluruh, dan ini menakutkan. Lihat saja pemilihan target, dan ini jelas merupakan ancaman bagi demokrasi konstitusional," ujar Apar Gupta, direktur eksekutif Internet Freedom Yayasan, kepada DW.

"Pemerintah Israel juga perlu ditekan untuk berhenti mengeluarkan izin ekspor ke NSO jika pelanggaran seperti itu terus berlanjut," tambah Gupta.

Pengacara Vrinda Bhandari yang membantu merancang model Kode Privasi India tahun 2018, meyakini bahwa reformasi pengawasan adalah suatu keharusan di India jika privasi ingin dihormati.

"Pertama-tama kita harus melakukan penyelidikan independen terhadap kontroversi Pegasus untuk menetapkan fakta. Pemerintah tidak boleh menghindar darinya jika sudah jelas," kata Bhandari kepada DW.

RUU perlindungan data menguntungkan pemerintah India

Aktivis yang memperjuangkan kebebasan berpendapat dan pendukung privasi berpendapat bahwa RUU Perlindungan Data Pribadi, bukanlah solusi untuk pengawasan pemerintah karena membebaskan pemerintah India dari akuntabilitas.

Halaman
1234
Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas