Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Veteran Pencari Osama Pimpin Satgas CIA Menyelidiki “Sindrom Havana” pada Mata-mata dan Diplomat

CIA tunjuk veteran pencari Osama bin Laden memimpin satgas menyelidiki "Sindrom Havana" yang menyerang kalangan mata-mata dan diplomat AS

Veteran Pencari Osama Pimpin Satgas CIA Menyelidiki “Sindrom Havana” pada Mata-mata dan Diplomat
THINKSTOCKPHOTOS
Ilustrasi. 

Minggu ini, Departemen Luar Negeri dan pemerintah Austria mengatakan mereka sedang menyelidiki kemungkinan kasus di Wina yang muncul dalam beberapa bulan terakhir.

Awalnya, para penyelidik percaya bahwa sindrom itu adalah akibat dari serangan senjata sonik atau akustik.

Baca juga: Kedubes Jerman Disebut Minta Maaf, Stafnya Dicurigai Lakukan Aksi Spionase

Namun, analisis komprehensif oleh panel ilmiah AS pada bulan Desember berteori bahwa paparan jenis energi terarah adalah penyebab yang paling mungkin.

Panel—ditugaskan oleh Departemen Luar Negeri dan diorganisir oleh National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine—mengidentifikasi “energi frekuensi radio (RF) yang terarah dan berdenyut” sebagai penyebab gejala yang paling mungkin.

Penilaian medis yang berbeda pada tahun 2018 juga menyimpulkan bahwa paparan gelombang mikro, sejenis energi frekuensi radio, adalah penyebab yang paling mungkin untuk sindrom tersebut.

Pemeriksaan oleh University of Pennsylvania terhadap otak 40 orang yang terkena sindrom ini menemukan beberapa bukti kerusakan otak.

Energi terarah telah diuji oleh banyak negara sebagai senjata, tetapi juga memiliki aplikasi potensial lainnya.

The New Yorker melaporkan pada bulan Mei bahwa teori kerja oleh para penyelidik adalah bahwa badan intelijen asing—mungkin dinas intelijen militer GRU Rusia—membidik perangkat gelombang mikro ke pejabat AS dengan tujuan mengumpulkan data dari komputer dan ponsel mereka.

Mantan Presiden Donald Trump secara terbuka menyalahkan Kuba atas gelombang awal insiden, tuduhan yang dibantah Havana.

Munculnya kasus-kasus berikutnya di seluruh dunia telah memperbaharui perhatian pemerintah AS terhadap masalah ini. Baik Departemen Luar Negeri dan Badan Intelijen Pusat telah membentuk satuan tugas internal untuk menyelidiki. (Tribunnews.com/TheStraitsTimes/WallStreetJournal/Hasanah Samhudi)

Editor: hasanah samhudi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas