Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Penanganan Covid

Demonstran Anti-Lockdown di Australia Bentrok dengan Polisi, Langgar Aturan Covid-19

Pengunjuk rasa di Australia, tanpa protokol kesehatan, bentrok dengan kepolisian dalam aksi anti-lockdown di Sydney dan Melbourne Sabtu (24/7)

Demonstran Anti-Lockdown di Australia Bentrok dengan Polisi,  Langgar  Aturan Covid-19
SAEED KHAN / AFP
Warga Sydney mengantri di luar pusat vaksinasi untuk dosis vaksin mereka di Sydney pada 24 Juni 2021, karena sebagian besar penduduk dilarang meninggalkan kota untuk menghentikan penyebaran varian Delta Covid-19 yang sangat menular yang menyebar ke wilayah lain. 

TRIBUNNEWS.COM, SYDNEY - Ribuan pengunjuk rasa anti-lockdown berkumpul di dua kota terbesar Australia pada Sabtu (24/7). Sejumlah demonstran di Sydney ditangkap setelah bentrokan keras dengan polisi setempat.

Beberapa demonstran di Sydney terlihat melemparkan botol dan tanaman, yang dicabut dari trotoar, ke arah petugas polisi.

Sementara pengunjuk rasa lainnya meneriakkan “Kebebasan, kebebasan” saat mereka berbaris di sepanjang Broadway di kawasan pusat bisnis kota.

Sebuah unjuk rasa besar juga terjadi di Melbourne dan protes lainnya diadakan secara nasional.

Menteri Layanan Darurat New South Wales, David Elliott, mengatakan bahwa lebih dari 50 orang didakwa dengan pelanggaran di Sydney.

Baca juga: Covid-19 Melonjak, Selandia Baru Minta Warga Negaranya Pulang Tinggalkan Australia

Baca juga: Negara Bagian Victoria di Australia Lockdown Kelima Kalinya, Imbas 18 Kasus Corona Baru

“Apa yang kita lihat hari ini adalah 3.500 orang bodoh yang sangat egois,” katanya, menggunakan bahasa gaul lokal, boofhead, untuk orang bodoh.

"Ini adalah tipe orang yang akan memperpanjang lockdown ini,” ujarnya.

Di Melbourne, media lokal mengatakan, ribuan pengunjuk rasa memadati jalan-jalan setelah berkumpul di luar parlemen negara bagian pada sore hari.

Demonstran tanpa masker melanggar aturan tentang perjalanan yang tidak penting dan pertemuan publik sehari setelah pihak berwenang menyarankan pembatasan dapat tetap berlaku hingga Oktober.

Penyelenggara telah menjuluki protes itu sebagai unjuk rasa kebebasan. Mereka  mempublikasikannya di halaman media sosial yang sering digunakan untuk menyebarkan disinformasi vaksin dan teori konspirasi.

Baca juga: Singapura dan Australia Kirim Bantuan Ventilator dan Tabung Oksigen untuk Indonesia

Baca juga: Wabah Delta Covid-19 di Australia Memburuk Meskipun Sydney Lockdown

Halaman
12
Editor: hasanah samhudi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas