Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Seorang Pria Prancis Mogok Makan Dua Minggu, Protes Anaknya Dilarikan Istrinya yang Warga Jepang

Pria Prancis mogok makan sebagai protes karena anaknya dilarikan istrinya yang warga Jepang, masalah ini sampai dibahas Presiden Prancis dan PM Jepang

Seorang Pria Prancis Mogok Makan Dua Minggu, Protes Anaknya Dilarikan Istrinya yang Warga Jepang
nikkei
Vincent Fichot 

Dilansir dari The Straits Times, disebutkan, anak-anak diasuh hanya oleh satu orang tua jika mereka berpisah atau bercerai.

Baca juga: Viral Kisah Pengantin Pria Talak Istri Setelah Ijab Kabul, Ahli: Permainkan Perkawinan Itu Sembrono

Dan orang tua yang mengasuh memiliki hak untuk melarang mantan pasangannya bertemu dengan anak-anak mereka.

Masalah menjadi rumit karena kepolisian biasanya tidak terlibat dalam perselisihan keluarga.

Sementara hak asuh biasanya diberikan kepada orang tua yang secara teratur merawat anak-anak. Celah inilah yang kemungkinan meningkatkan kejadian “penculikan” anak atau anak dilarikan pasangan.

Masalah  menjadi terungkap jika kasus ini melibatkan pernikahan dengan warga asing, baik pasangan campuran yang tinggal di Jepang maupun di luar negeri.

Tak jarang, pasangan Jepang yang tinggal di luar negeri melarikan diri dan balik ke Jepang. Mereka secara diam-diam membawa anak-anaknya, sehingga mereka dilindungi oleh Undang-Undang yang berlaku di Jepang.

Baca juga: Ternyata, Orang Tua Milenial Lakukan Hal Ini dalam Pola Asuh Anak

Fenemona kehilangan hak asuh bersama juga terjadi dalam pernikahan domestik Jepang. Pemain shogi profesional terkenal Takanori Hashimoto menyebutnya ia berhenti tahun ini untuk fokus pada perjuangan mendapatkan akses ke anaknya, yang "diculik" istrinya pada tahun 2019.

Scott McIntyre, seorang warga Australia yang tidak melihat kedua anaknya sejak 2019, mengatakan kepada Nikkei Asia: "Jepang mengeluh secara internasional tentang 13 anak yang diculik oleh Korea Utara, tetapi lebih dari 100.000 anak hilang di Jepang."

Perkiraan menunjukkan bahwa sebanyak 70 persen atau tujuh dari 10 anak Jepang yang orang tuanya berpisah atau bercerai sepenuhnya terputus dari satu orang tuanya.

Fichot telah mengangkat masalah ini secara global, termasuk di PBB dan Parlemen Eropa,  mencatat bahwa Jepang melanggar Konvensi PBB tentang Hak Anak meskipun menjadi penandatangan.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas