Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Penanganan Covid

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Diminta Memberlakukan Lockdown yang Diawasi Militer

Menteri Kesehatan Iran menyerukan pemimpin tertinggi Iran Ali KHamenei memberlakukan lockdown dua minggu yang diawasi oleh militer

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Diminta Memberlakukan Lockdown yang Diawasi Militer
KHAMENEI.IR/AFP
Sebuah gambar selebaran yang disediakan oleh kantor Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada 23 Juli 2021 menunjukkan dia menerima dosis kedua dari vaksin virus corona yang diproduksi di dalam negeri "COVIran Barekat" di ibu kota Teheran. 

Lockdown Tidak Ketat

Iran telah melakukan sejumlah lockdown dan penutupan sementara di seluruh negeri sejak pandemi dimulai. Tapi sebagian besar lockdown tersebut diberlakukan tidak ketat.

Pemerintah menempatkan ibu kota Teheran dan negara tetangga Alborz di bawah penguncian total selama enam hari pada akhir Juli.

Tetapi sebagian besar lockdown itu dianggap berhasil karena hampir tidak ada bisnis yang ditutup dan pembatasan perjalanan dilanggar di tengah penegakan protokol yang rendah.

Situasinya menjadi jauh lebih buruk sejak itu, sementara pejabat kesehatan telah memperingatkan bahwa gelombang infeksi kelima belum mencapai puncaknya.

Alireza Raisi, juru bicara satuan tugas anti-coronavirus nasional, mengatakan pada hari Sabtu (31/7/2021)  bahwa 29 dari 31 provinsi di Iran sekarang dalam serangan varian Delta dan tempat tidur rumah sakit dengan cepat diisi.

Baca juga: Demonstran Anti-Lockdown di Australia Bentrok dengan Polisi, Langgar Aturan Covid-19

Ratusan kota di seluruh negeri sekarang diklasifikasikan zona merah  dalam skala kode warna yang menunjukkan tingkat keparahan wabah.

Juru bicara gugus tugas Raisi juga mengatakan kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang mengharuskan penggunaan masker wajah dan menjaga jarak fisik telah turun menjadi di bawah 40 persen di seluruh negeri sementara di atas 70 persen kurang dari dua bulan lalu.

Penerapan lockdown secara paksi  dua minggu di seluruh negeri pasti akan terbukti menantang bagi otoritas Iran karena warga dan bisnis berada di bawah tekanan ekonomi yang sangat besar karena sanksi Amerika Serikat dan kesalahan manajemen selama beberapa dekade.

Dengan perekonomian yang ditandai inflasi lebih dari 40 persen dan pengangguran yang tinggi, banyak pihak yang sulit menutup usahanya.

Halaman
123
Editor: hasanah samhudi
Ikuti kami di
berita POPULER
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas