Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Penanganan Covid

Jepang Didesak Berlakukan Keadaan Darurat Nasional Karena Kasus Covid-19 Melonjak

Pemerintah Jepang diminta memberlakukan keadaan darurat nasional untuk menahan kasus Covid-19 yang melonjak

Jepang Didesak Berlakukan Keadaan Darurat Nasional Karena Kasus Covid-19 Melonjak
AFP
Seorang anggota staf pemadam kebakaran Tokyo (kanan) memberikan dosis vaksin virus corona Covid-19 di Universitas Aoyama di Tokyo pada Senin (2/8/2021). 

Ia mengatakan pemerintah akan memastikan orang yang mengisolasi di rumah dapat dirawat di rumah sakit jika perlu. Kebijakan sebelumnya berfokus pada rawat inap kategori pasien yang lebih luas.

Suga dan penyelenggara Olimpiade mengatakan tidak ada hubungan antara pesta olahraga ini dengan peningkatan tajam dalam kasus.

Namun, para ahli medis mengatakan penyelenggaraan Olimpiade mengirim pesan yang membingungkan tentang perlunya tinggal di rumah, berkontribusi pada peningkatan tersebut.

Berbeda dengan pembatasan sukarela dan tingkat vaksinasi yang rendah di tempat lain di Jepang, lebih dari 80 persen orang di lokasi Olimpiade di Tokyo divaksinasi, wajib melakukan testing, dan membatasi aktivitas.

Penyelenggara Olimpiade pada hari Selasa mengumumkan 18 kasus Covid-19 terkait pesta olahraga ini, sehingga jumlah total 294 sejak 1 Juli.

Baca juga: China, Jepang dan Korea Eksportir Terbesar Peralatan Medis Covid-19 ke Indonesia

Baca juga: Kasus Covid-19 di Tokyo Jepang 3.865 Orang Per Hari, Lampu Penyeberangan di Hachiko Sempat Dimatikan

Pada hari Selasa (3/8/2021), PM Suga bertemu dengan kepala kelompok medis nasional dan berjanji untuk melindungi masyarakat.

"Penyebaran infeksi dalam skala nasional mendekati krisis terbesar kami sejak gelombang pertama tahun lalu," kata Nakagawa.

Beberapa khawatir perubahan kebijakan rumah sakit dapat menyebabkan lebih banyak kematian.

"Mereka menyebutnya perawatan di rumah, tetapi sebenarnya itu adalah pengabaian di rumah," kata pemimpin oposisi Partai Demokrat Konstitusi Jepang Yukio Edano seperti dikutip oleh TV publik NHK.

Jepang pada hari Senin (2/8/2021) memperluas keadaan daruratnya dengan memasukkan tiga prefektur di dekat Tokyo dan prefektur barat Osaka.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Jepang Makin Tinggi, Warga Diimbau Tak Pulang Kampung Saat Liburan Musim Panas

Baca juga: Mulai Agustus Pelanggar Janji Diumumkan Namanya di Situs Kementerian Kesehatan Jepang

Halaman
123
Editor: hasanah samhudi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas