Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Penanganan Covid

Jepang Didesak Berlakukan Keadaan Darurat Nasional Karena Kasus Covid-19 Melonjak

Pemerintah Jepang diminta memberlakukan keadaan darurat nasional untuk menahan kasus Covid-19 yang melonjak

Jepang Didesak Berlakukan Keadaan Darurat Nasional Karena Kasus Covid-19 Melonjak
AFP
Seorang anggota staf pemadam kebakaran Tokyo (kanan) memberikan dosis vaksin virus corona Covid-19 di Universitas Aoyama di Tokyo pada Senin (2/8/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Presiden  Asosiasi Medis Jepang (JMA) Toshio Nakagawa menyerukan diberlakukannya keadaan darurat nasional untuk menahan lonjakan kasus Covid-19 di Tokyo dan kota-kota lainnya.

Kyodo melaporkan, Toshio Nakagawa menyerukan hal itu setelah Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengatakan bahwa hanya pasien Covid-19 yang sakit parah dan mereka yang berisiko terkena penyakit yang dirawat di rumah sakit, sementara pasien lain diisolasi di rumah.

Perubahan kebijakan Jepang ini dikhawatirkan dapat meningkatkan kematian.

Seruan itu muncul pada saat fasilitas kesehatan Jepang kewalahan dengan lonjakan Covid-19.

Kasus Covid-19 melonjak tajam. Tokyo, yang memiliki rekor tertinggi 4.058 infeksi baru pada hari Sabtu, mencatat ada  3.709 kasus baru pada hari Selasa (3/8/2021).

Baca juga: Restoran di Tokyo Ramai Pengunjung di Tengah Pemberlakuan PSBB, Warga Jepang Merasa Malu

Baca juga: Warga Jepang Tahun Depan Dijadwalkan Terima Vaksin Booster

Direktur Rumah Sakit Universitas Showa, Hironori Sagara, sudah merasakan kondisi ini.

“Ada (pasien) yang ditolak berulangkali, situasi tenaga medis sangat parah di tengah antusiasme Olimpiade,” ujarnya, seperti dilansir dari Channel News Asia.

Kepala Menteri Kabinet Katsunobu Kato mengatakan kepada wartawan bahwa warga usia lanjut yang sebagian besar sudah divaksinasi sedikit yang terinfeksi.

"Di sisi lain, infeksi pada orang yang lebih muda meningkat dan orang-orang berusia 40-an dan 50-an dengan gejala parah meningkat," katanya, seraya menambahkan beberapa tidak dapat segera dirawat di rumah sakit.

Suga mengumumkan perubahan kebijakan rumah sakit pada hari Senin (2/8/2021).

Baca juga: PM Jepang Bantah Kasus Covid-19 Meningkat Gara-gara Penyelenggaraan Olimpiade Tokyo

Baca juga: PM Jepang Sahkan Penggunaan 2 Juta Vaksin AstraZeneca Bagi Rakyatnya

Halaman
123
Editor: hasanah samhudi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas