Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

China Teratas Perolehan Medali Olimpiade Tapi Mengapa Amerika Klaim yang Terbanyak Raih Medali?

Sebuah artikel menulis, "Banyak media besar AS punya cara sendiri dalam membuat peringkat negara di dunia."

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in China Teratas Perolehan Medali Olimpiade Tapi Mengapa Amerika Klaim yang Terbanyak Raih Medali?
AFP
Bendera China dan AS berkibar 

TRIBUNNEWS.COM, AS - China saat ini memimpin perolehan medali Olimpiade Tokyo dan berharap kembali merebut predikat juara umum.

Sama seperti ketika Beijing menjadi tuan rumah pesta olahraga terakbar dunia itu pada 2008 lalu.

Tapi bagi publik di Amerika Serikat yang mengikuti peliputan Olimpiade Tokyo, fakta ini tidak terlihat.

Sejumlah media arus utama di AS dan bahkan Komite Olimpiade Nasional AS (USOPC) secara kontroversial memperlihatkan klasemen alternatif yang menunjukkan AS mengungguli China, bertengger di tempat teratas.

Ilusi ini tercipta dengan menghitung jumlah semua medali, alih-alih menghitung perolehan medali emas sebagai kriteria utama.

Baca juga: Update Perolehan Medali Olimpiade Tokyo 2021, Kamis 5 Agustus 2021, Indonesia di Peringkat 43

Dengan memakai "standar emas" Komite Olimpiade Internasional (IOC), China memuncaki klasemen perolehan medali per 4 Agustus dengan 32 medali emas, sedangkan AS di peringkat dua dengan 25 medali emas.

Akan tetapi, klasemen ini tidak tampak di AS.

Rekomendasi Untuk Anda

Sejumlah media, termasuk the New York Times, the Washington Post, dan NBC yang menyiarkan berbagai pertandingan di Olimpiade Tokyo, justru memakai perolehan jumlah total medali.

Alhasil, AS memimpin klasemen dengan 77 medali dan China berada di peringkat dua dengan 70 medali.

Pemilihan standar tersebut menuai kritik di media sosial, bahkan dari sejumlah pendukung kontingen AS. Media Australia, News.com, bahkan menyebut AS "mencurangi" klasemen medali.

Sebuah artikel menulis, "Banyak media besar AS punya cara sendiri dalam membuat peringkat negara di dunia."

"Dan kejutan itu artinya ada negara tertentu yang menjadi paling atas dalam klasemen."

Sebagai contoh, harian the New York Times menggunakan "model alternatif" pada awal kompetisi, 3 Agustus lalu.

Akan tetapi, beberapa jam kemudian, harian itu mencuitkan klasemen dengan perolehan medali emas.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas