Tribun

Penanganan Covid

Rumah Sakit Kewalahan Tampung Jasad Pasien Covid-19, Sri Lanka Mulai Kremasi Massal

Sri Lanka mulai kremasi massal jasad korban Covid-19 Minggu (8/8/2021) setelah rumah sakit kewalahan tampung korban Covid-19 yang meninggal

Editor: hasanah samhudi
Rumah Sakit Kewalahan Tampung Jasad Pasien Covid-19, Sri Lanka Mulai Kremasi Massal
Prakash SINGH / AFP
Anggota keluarga dan pekerja ambulans yang mengenakan APD membawa jenazah pasien yang meninggal karena Covid-19 di tempat kremasi di New Delhi pada 27 April 2021. 

TRIBUNNEWS.COM, KOLOMBO - Sri Lanka telah memulai kembali kremasi massal untuk membersihkan tumpukan mayat akibat Covid-19, sementara kasus baru melonjak di seluruh negeri.

Para pejabat setempat mengatakan Senin (9/8/2021) bahwa Kolombo memulai kremasi massal pada Minggu (8/8/2021) malam.

Disebutkan, 15 jasad penderita Covid-19  dikirim ke Pemakaman Umum Kolombo setelah freezer di rumah sakit utama negeri itu tidak lagi dapat menampung korban kematian Covid-19.

Beban rumah sakit menjadi berat dengan iInfeksi virus harian di negara itu meningkat dua kali lipat dalam sebulan menjadi lebih dari 2.500, dengan hampir 100 kematian setiap hari.

Itu adalah kremasi massal pertama sejak Desember 2020 lalu, ketika pemerintah menolak kecamanan pemuka agama lantaran 15 anggota minoritas Muslim, termasuk seorang bayi berusia 20 hari, dikremasi.

Baca juga: Kremasi paksa jenazah pasien Muslim Covid-19 di Sri Langka, tak ada martabat saat meninggal dunia

Baca juga: Kremasi Jenazah 15 Warga Muslim Korban Covid-19, Pemerintah Sri Lanka Tuai Kecaman

Setelah protes lokal dan internasional, pemerintah kemudian mengizinkan umat Islam untuk dimakamkan di sudut terpencil di timur pulau itu, sesuai dengan tradisi Islam.

Krematorium Baru

Serikat Inspektur Kesehatan Masyarakat (PHI) mengatakan mayat pasien Covid-19 menumpuk di rumah sakit selama akhir pekan karena krematorium yang bekerja sepanjang waktu tidak dapat mengatasi peningkatan kematian yang cepat.

"Pada tingkat ini, kami mungkin harus membangun krematorium baru," kata ketua serikat pekerja PHI Upul Rohana kepada wartawan di Kolombo.

Di rumah sakit Kolombo Utara, ada 20 mayat tanpa pendingin sementara jumlah di rumah sakit Panadura di selatan ibu kota menampung lebih dari 50 jasad.

Halaman
123
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas