Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

'Penarikan Aman' Militer, Staf dan Warga AS, Biden Tambah Pasukannya di Afghanistan Jadi 5.000

Biden telah memerintahkan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken untuk memberikan dukungan kepada pemerintah Afghanistan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Dewi Agustina
zoom-in 'Penarikan Aman' Militer, Staf dan Warga AS, Biden Tambah Pasukannya di Afghanistan Jadi 5.000
Via Kompas.TV
Ribuan rakyat Afghanistan mengungsi dan tidur di pinggir jalan di ibu kota Kabul. Mereka melarikan diri setelah kampung halaman mereka yang diserang Taliban. (Sumber: BBC ) 

Yang terbaru, kelompok pemberontak itu telah merebut Sharana, ibu kota provinsi Paktika, Afghanistan tenggara dan
Provinsi Mazar-i-Sharif yang merupakan kawasan komersial terbesar di Afghanistan utara.

Sedangkan pemerintah Afghanistan tetap mengendalikan ibu kotanya, yakni Kabul dan Jalalabad yang menjadi ibu kota provinsi timur Nangarhar.

Meningkatnya serangan Taliban di negara itu dimulai tidak lama setelah pemerintahan Biden mulai menarik pasukan Amerika dari wilayah tersebut.

Baca juga: Sekjen NATO: Taliban Tak akan Dapat Pengakuan Internasional Jika Ambil Alih Afghanistan Secara Paksa

Langkah AS ini pun mendapat kritikan dan menimbulkan kekhawatiran lantaran para gerilyawan itu mengambil alih Afghanistan setelah penarikan mundur pasukan AS.

Biden pun sebenarnya 'meremehkan' kekhawatiran terkait hal itu pada Juli lalu, saat ia mengatakan bahwa sangat tidak mungkin jika Taliban dapat 'mengalahkan segalanya'.

Hingga hari ini, beberapa prediksi intelijen AS pun menunjukkan bahwa Kabul dapat 'diisolasi' oleh Taliban dalam waktu satu bulan atau lebih cepat.

Sementara pemerintahan Biden terus menegaskan bahwa kehadiran militer AS tidak akan memberikan dampak besar, jika pemerintah Afghanistan 'tidak dapat mengamankan negaranya sendiri'.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelumnya pada awal pekan ini, Pentagon mengumumkan pengerahan kembali 3.000 tentara AS ke Afghanistan untuk membantu evakuasi diplomatnya, saat Taliban terus bergerak maju untuk menguasai negara itu.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas