Sosok Henry Nowak, Mahasiswa Inggris yang Tewas setelah Diborgol Polisi saat Mengaku Ditikam
Henry Nowak tewas ditikam pada Desember 2025, sementara polisi sempat memborgolnya karena seorang pria melaporkannya atas tuduhan rasisme.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Henry Nowak, mahasiswa Universitas Southampton berusia 18 tahun, tewas setelah ditikam Vickrum Digwa pada Desember 2025, sementara polisi sempat memborgolnya karena mempercayai klaim pelaku.
- Rekaman kamera tubuh polisi yang baru dirilis memicu kemarahan publik karena menunjukkan petugas tidak segera mempercayai pengakuan Nowak bahwa dirinya telah ditikam.
- Digwa dijatuhi hukuman penjara seumur hidup
TRIBUNNEWS.COM - Nama Henry Nowak kembali menjadi sorotan di Inggris setelah detail baru mengenai kematiannya diungkap ke publik.
Pemuda berusia 18 tahun itu menarik perhatian setelah rekaman kamera tubuh polisi yang dirilis pada Selasa (2/6/2026) menunjukkan dirinya diborgol saat berulang kali mengatakan ia baru saja ditikam dalam sebuah insiden pada Desember 2025.
Vickrum Digwa (23), pria yang menikam Henry Nowak, diketahui berbohong kepada petugas dengan mengklaim dirinya menjadi rasisme oleh mahasiswa tersebut.
Digwa kemudian dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada Senin (1/6/2026).
Kasus ini memicu gelombang kritik terhadap kepolisian.
Aksi unjuk rasa juga pecah di Southampton, dekat lokasi Nowak tewas.
Siapa Henry Nowak?
Mengutip Sky News, Henry Nowak merupakan anak ketiga dari empat bersaudara yang dibesarkan di Chafford Hundred, Essex.
Ia adalah mahasiswa tahun pertama jurusan akuntansi dan keuangan di Universitas Southampton.
Dalam putusan yang dibacakan Hakim William Mousley, Nowak digambarkan sebagai pemuda yang baik hati, pekerja keras, ambisius, dan sangat mencintai keluarganya.
Ayah Henry Nowak, Mark Nowak, menangis saat membacakan sebuah pernyataan di pengadilan.
"Ada lubang berbentuk Henry di keluarga kami selamanya dan tidak ada yang akan bisa mengisinya," katanya.
"Jika saya bisa bertukar tempat agar mereka berempat bisa bersama lagi, saya akan melakukannya tanpa ragu."
Ibu Henry, Lucy Ross, mengatakan kondisi kematian putranya begitu tragis dan sulit dibayangkan sehingga rasa sakit yang ia rasakan melampaui apa pun yang pernah dialaminya.
Ia juga mengatakan Henry merupakan cucu pertama dalam keluarganya yang berhasil masuk universitas, sebuah pencapaian yang menjadi sumber kebanggaan besar bagi keluarganya.
Ibu baptis Henry, Kelly Hatchard, menulis dalam unggahan Facebook bahwa Henry adalah remaja yang penyayang, perhatian, cerdas, dan pekerja keras.
Baca juga: Kronologi Remaja di Bekasi Tewas Ditikam Setelah Cekcok Soal Wanita, Pelaku Sengaja Siapkan Pisau