Sosok Henry Nowak, Mahasiswa Inggris yang Tewas setelah Diborgol Polisi saat Mengaku Ditikam
Henry Nowak tewas ditikam pada Desember 2025, sementara polisi sempat memborgolnya karena seorang pria melaporkannya atas tuduhan rasisme.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
“Anda adalah satu-satunya orang yang membuat klaim itu dan itu sama sekali bertentangan dengan karakternya selama ini,” katanya.
Di Inggris, kepemilikan senjata api diatur secara ketat.
Karena itu, pisau sering digunakan dalam tindak kejahatan kekerasan dan juga dikenai pembatasan hukum.
Secara umum, masyarakat tidak diperbolehkan membawa senjata tajam, kecuali pisau saku dengan panjang mata pisau kurang dari 3 inci.
Namun, umat Sikh diizinkan membawa pisau upacara yang dikenal sebagai kirpan untuk keperluan keagamaan.
Hakim mengatakan Digwa memang memiliki pisau kirpan berukuran kecil, tetapi ia juga membawa belati Sikh bersarung sepanjang 8 inci yang digunakan untuk membunuh Nowak.
Mousley menilai keterkaitan senjata tersebut dengan simbol keagamaan telah berdampak negatif terhadap komunitas Sikh secara lebih luas.
“Tindakan Anda telah memicu ketegangan rasial di Southampton dan di seluruh negeri yang membuat banyak umat Sikh khawatir akan keselamatan mereka sendiri, padahal mereka sama sekali tidak bersalah,” kata hakim kepada Digwa.
Polisi telah meminta maaf kepada keluarga Nowak dan menyatakan bahwa kebohongan yang disampaikan Digwa telah menyesatkan petugas di lapangan.
“Sangat menyedihkan bahwa petugas tidak mempercayai Henry ketika dia mengatakan bahwa dia telah ditikam dan tidak bisa bernapas,” kata Komisaris Polisi dan Kejahatan Donna Jones.
“Rincian tanggapan polisi menimbulkan kekhawatiran serius mengenai ketidakberpihakan, keadilan, dan penilaian yang dilakukan polisi.”
Sementara itu, ibu Digwa, Kiran Kaur (53), dinyatakan bersalah karena membantu pelaku kejahatan setelah berupaya menyembunyikan senjata yang digunakan dalam pembunuhan tersebut.
Ia dijadwalkan menjalani sidang vonis pada 17 Juli 2026.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)