Tribun

Virus Corona

WHO Pantau Varian Baru Covid-19 Bernama Mu, Ada Risiko Resistensi pada Vaksin

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan sedang memantau varian baru Covid-19 yang dikenal dengan nama 'Mu'.

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Daryono
zoom-in WHO Pantau Varian Baru Covid-19 Bernama Mu, Ada Risiko Resistensi pada Vaksin
DURSUN AYDEMIR / POOL / Hans Lucas / Hans Lucas via AFP)
Konferensi pers oleh Direktur Jenderal WHO Tedros Adhamon dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel di Brussel 30/03/2021 - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan sedang memantau varian baru Covid-19 yang dikenal dengan nama 'Mu'. 

TRIBUNNEWS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan sedang memantau varian baru Covid-19 yang dikenal dengan nama 'Mu'.

Dilansir CNA, varian virus corona itu pertama kali diidentifikasi di Kolombia pada Januari lalu. 

Mu secara ilmiah dikenal sebagai B.1.621.

Varian ini telah telah diklasifikasikan sebagai "variant of interest", jelas WHO pada Selasa (31/8/2021).

WHO mengatakan varian tersebut memiliki mutasi yang menunjukkan risiko resistensi terhadap vaksin.

Baca juga: Balas Amerika Serikat, China Desak WHO Selidiki Laboratorium AS Sebagai Asal-Usul Covid-19

Baca juga: Stok Vaksin Covid-19 Masih Diprioritaskan untuk Daerah Penularan Tinggi

Gambar selebaran ini diambil dan dirilis pada 12 Februari 2021 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan sambutannya saat konferensi pers pada 12 Februari 2021 di Jenewa. Kepala Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pada 12 Februari 2021 bahwa semua hipotesis tentang asal-usul pandemi Covid-19 tetap ada di atas meja setelah penyelidikan WHO di China.
Gambar selebaran ini diambil dan dirilis pada 12 Februari 2021 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan sambutannya saat konferensi pers pada 12 Februari 2021 di Jenewa. Kepala Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pada 12 Februari 2021 bahwa semua hipotesis tentang asal-usul pandemi Covid-19 tetap ada di atas meja setelah penyelidikan WHO di China. (Christopher Black / Organisasi Kesehatan Dunia / AFP)

Kendati demikian, pihaknya menekankan tentang perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami varian ini lebih dalam.

"Varian Mu memiliki konstelasi mutasi yang menunjukkan sifat potensial untuk lolos dari kekebalan," kata WHO.

Ada kekhawatiran yang meluas atas munculnya mutasi virus baru karena tingkat infeksi kembali meningkat secara global.

Diketahui sejumlah negara mengalami kenaikan kasus Covid-19 karena varian Delta yang mudah menular, terutama kepada orang yang belum divaksinasi.

Beberapa negara dengan pelonggaran pembatasan juga melaporkan penularan varian Delta.

Semua virus, termasuk SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19, bermutasi dari waktu ke waktu dan sebagian besar mutasi memiliki sedikit atau tidak berpengaruh pada sifat virus.

Tetapi mutasi tertentu dapat memengaruhi sifat-sifat virus.

Diantaranya memengaruhi seberapa mudah virus itu menyebar, tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkan, dan ketahanannya terhadap vaksin, obat-obatan, dan tindakan pencegahan lainnya.

WHO saat ini mengidentifikasi empat varian Covid-19 yang menjadi perhatian, termasuk Alpha yang ada di 193 negara.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas