Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

George W Bush Ingatkan Potensi Munculnya Ekstremisme Dalam Negeri AS

Dia menyerukan kembalinya semangat kerjasama yang muncul setelah serangan 11 September 2001 atau 20 tahun lalu.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in George W Bush Ingatkan Potensi Munculnya Ekstremisme Dalam Negeri AS
AFP
George W Bush. 

TRIBUNNEWS.COM, AS - Amerika Serikat (AS) sepertinya tak pernah luput dari ancaman ekstrimisme dan terorisme.

Terbaru, Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush memperingatkan munculnya ekstremisme domestik atau dalam negeri.

Bush yang mengerahkan pasukan AS ke Afghanistan setelah serangan 11 September 2001 menyerukan seluruh rakyat AS bersatu.

Dilansir AP, Minggu (12/9/2021), Bush memperingatkan bangsa ini akan jatuh ke dalam perpecahan dan ekstremisme.

Dia menyerukan kembalinya semangat kerjasama yang muncul setelah serangan 11 September 2001 atau 20 tahun lalu.

Menyampaikan pidato utama pada peringatan nasional kepada para korban Penerbangan 93 oleh Al-Qaeda yang membajak pesawat saat menghantam menara kembar World Trade Center (WTC).

Baca juga: Joe Biden dan Xi Jinping Bicara Lewat Telepon, Apa yang Mereka Bahas?

Bush kembali memperingatkan tentang kekerasan yang terus muncul di dalam negeri.

Rekomendasi Untuk Anda

“Ada sedikit tumpang tindih budaya antara ekstremis di luar negeri dan dalam negeri,” katanya.

“Tetapi dalam penghinaan mereka terhadap pluralisme, ketidakpedulian terhadap kehidupan manusia, maka harus ada simbol-simbol nasional," ujar Bush.

Dia menegaskan ektremsime dalam negeri merupakan anak-anak dari roh busuk yang sama dari Al-Qaeda.

"Itu sudah menjadi tugas kami yang berkelanjutan untuk menghadapi mereka,” jelasnya.

Peringatan Bush datang hampir delapan bulan setelah pemberontakan kekerasan di US Capitol oleh para pendukung Presiden Donald Trump, berusaha membatalkan pemilihan 2020.

Sehingga, memicu beberapa kritikan paling tajam Bush terhadap serangan itu dan tampaknya merupakan kritik implisit terhadap merek politik Trump.

Bush menyesalkan begitu banyak politisi telah menjadi daya tarik telanjang untuk kemarahan, ketakutan dan kebencian.

Dia mengaku tidak punya solusi mudah.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas