Tribun

Krisis Myanmar

Aung San Suu Kyi akan Diadili pada 1 Oktober Mendatang Terkait Tuduhan Korupsi

Pemimpin Myanmar yang dikudeta, Aung San Suu Kyi akan menghadapi pengadilan atas tuduhan korupsi pada 1 Oktober mendatang.

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Sri Juliati
Aung San Suu Kyi akan Diadili pada 1 Oktober Mendatang Terkait Tuduhan Korupsi
STR / AFP
Dalam foto file yang diambil pada 17 Juli 2019 ini, Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi berbicara selama upacara pembukaan Pusat Inovasi Yangon di Yangon. Pemimpin sipil Myanmar yang digulingkan Aung San Suu Kyi terkena dua dakwaan pidana baru ketika dia muncul di pengadilan melalui tautan video pada 1 Maret 2021, sebulan setelah kudeta militer yang memicu protes besar-besaran tanpa henti 

TRIBUNNEWS.COM - Pemimpin Myanmar yang dikudeta, Aung San Suu Kyi akan menghadapi pengadilan atas tuduhan korupsi pada 1 Oktober mendatang.

Dilansir Al Jazeera, pengacara Suu Kyi, Khin Maung Zaw pada Jumat lalu mengatakan, hakim menyatakan persidangan akan digelar di Pengadilan Khusus di Kota Naypyidaw.

Aung San Suu Kyi menjadi tahanan rumah sejak pemerintahan Myanmar yang dipimpin partainya, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), dikudeta militer pada Februari lalu.

Kudeta yang dipimpin jenderal militer Myanmar itu kemudian memicu pemberontakan massal dan kekacauan dalam negeri.

Baca juga: Indonesia Kirim Alat Kesehatan Senilai Rp 2,8 Miliar untuk Myanmar

Baca juga: Pemimpin Myanmar yang Dikudeta, Aung San Suu Kyi Absen Persidangan karena Mabuk Perjalanan

Paus Fransiskus dan Aung San Suu Kyi.
Paus Fransiskus dan Aung San Suu Kyi. (New York Times/Agence France-Presse/Getty Images/Vincenzo Pinto)

Saat ini, Suu Kyi tengah diadili atas sejumlah tuduhan oleh Pengadilan Khusus.

Dalam persidangan lanjutan, Suu Kyi dituduh melakukan penghasutan, melanggar pembatasan Covid-19, mengimpor walkie-talkie secara ilegal untuk pengawalnya, dan menggunakan radio tanpa izin.

Dia juga akan diadili karena melanggar undang-undang rahasia resmi dalam kasus yang dipindahkan awal pekan ini ke Naypyidaw dari Yangon.

Pendukung Aung San Suu Kyi serta analis independen mengatakan, semua tuduhan terhadap mantan pemimpin negara ini bermotivasi politik.

Semua tuduhan itu dinilai berupaya mendiskreditkannya dan melegitimasi perebutan kekuasaan oleh militer sambil mencegahnya kembali ke politik.

Aung San Suu Kyi (76) telah didakwa dalam lima kasus korupsi.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas