Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Konflik di Afghanistan

Taliban Bubarkan Kementerian Urusan Perempuan di Afghanistan

Taliban mendirikan sebuah kementerian baru dan bertempat di gedung yang pernah menjadi tempat Kementerian urusan Wanita.

Taliban Bubarkan Kementerian Urusan Perempuan di Afghanistan
AFP/BULENT KILIC
Anggota Taliban berkendara di penjara Pul-e-Charkhi di Kabul pada 16 September 2021. AFP/BULENT KILIC 

TRIBUNNEWS.COM, AFGHANISTAN - Penguasa baru Afghanistan, Taliban mendirikan sebuah kementerian baru dan bertempat di gedung yang pernah menjadi tempat Kementerian urusan Wanita.

Sebuah papan baru dipasang di luar kementerian urusan perempuan dan mengumumkan bahwa itu sekarang adalah "Kementerian Khotbah, Bimbingan, Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan."

Sara Seerat, mantan penasihat di Kementerian Urusan Perempuan Afghanistan, mengatakan penutupan itu merupakan tanda bahwa Taliban tidak ingin menerima perempuan dengan cara apa pun.

“Oleh karena itu, penutupan Kementerian Urusan Perempuan dan ketidakhadiran guru perempuan adalah sebuah indikasi dan tanda di masyarakat bahwa mereka (Taliban) tidak mau menerima perempuan dengan cara apapun."ujar Seerat.

Baca juga: Taliban Mulai Larang Murid Perempuan Melanjutkan Sekolah

Pernyataan dari para pemimpin Taliban sering mencerminkan kesediaan untuk terlibat dengan dunia, membuka ruang publik untuk perempuan dan anak perempuan dan melindungi minoritas Afghanistan.

Hal ini dinilai berbeda dengan di lapangan yang justru malah sebaliknya seperti pembatasan terutama pada perempuan

Dalam periode pertama pemerintahan mereka pada 1990-an, Taliban telah menolak hak anak perempuan dan perempuan untuk pendidikan dan melarang mereka dari kehidupan publik.

Murid Perempuan Dilarang Sekolah

Anak perempuan usia remaja Afghanistan dilarang kembali ke sekolah menengah oleh pemerintah Taliban.

Dilaporkan pada Sabtu (18/9/2021), penguasa baru di negara itu hanya memerintahkan anak laki-laki dan guru laki-laki kembali ke kelas.

Halaman
1234
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Kompas TV
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas